Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja Hendriyanto memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Selasa (15/09/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan keluarga agar peserta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan sikap yang bijak dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Dalam penyuluhan tersebut, Hendriyanto menyampaikan materi “Keluarga Tangguh, Hati Tenang: Bijak Menghadapi Ujian Kehidupan”. Materi tersebut mengajak para ibu untuk membangun ketahanan keluarga melalui kesabaran, rasa syukur, komunikasi yang baik, serta kemampuan mengelola persoalan keluarga secara bijaksana.
Hendriyanto menjelaskan bahwa kehidupan keluarga tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Persoalan ekonomi, pendidikan anak, hubungan antara suami dan istri, maupun berbagai kebutuhan rumah tangga dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan ketenangan dan tidak mudah menyerah.
“Setiap keluarga pasti memiliki ujian dan persoalan. Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapinya. Ketika masalah dihadapi dengan sabar, komunikasi yang baik, dan tetap mendekatkan diri kepada Allah, insyaallah akan ada jalan keluar,” ungkapnya.
Selain membahas ketahanan keluarga, Hendriyanto mengingatkan pentingnya peran ibu dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman. Ibu dapat menjadi tempat bagi anak untuk bercerita dan mendapatkan penguatan ketika menghadapi persoalan. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak perlu dibangun secara terbuka dan penuh kasih sayang.
“Ibu memiliki peran penting dalam menjaga suasana keluarga. Jangan hanya hadir ketika anak melakukan kesalahan, tetapi hadir juga ketika anak membutuhkan tempat untuk bercerita. Dengarkan mereka dan berikan nasihat dengan cara yang baik,” jelasnya.
Para peserta juga diajak membiasakan diri mengelola kebutuhan keluarga secara bijak. Bantuan yang diterima melalui program pemerintah hendaknya dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan diprioritaskan untuk mendukung kesejahteraan keluarga, terutama kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan penting lainnya.
Menurut Hendriyanto, kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan materi. Ketenangan hati, hubungan yang harmonis, pendidikan anak, serta kehidupan keagamaan yang baik juga menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, ibu-ibu penerima PKH di Desa Salamerta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun ketahanan keluarga dari lingkungan rumah sendiri. Dengan kesabaran, komunikasi yang baik, pengelolaan kebutuhan yang bijak, dan penguatan kehidupan keagamaan, keluarga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh anggotanya.
(m/azd)







