Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Feti Sulistiyani, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bersama kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Simbang, Kecamatan Mandiraja, Jumat (11/9/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam mendekatkan layanan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Melalui pertemuan bersama kelompok PKH, penyuluh tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membuka ruang komunikasi dan diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Feti Sulistiyani menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan di tengah kelompok masyarakat merupakan salah satu sarana untuk membangun pemahaman keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
“Penyuluhan menjadi ruang bagi kita untuk saling berbagi pengetahuan dan menguatkan pemahaman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Feti.
Menurutnya, kelompok PKH memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Karena itu, kegiatan bimbingan dan penyuluhan diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Harapannya, apa yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan memberikan dampak positif bagi lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Peserta mengikuti penyuluhan dengan baik serta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan keluarga.
Feti menambahkan, keberadaan Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan dan bimbingan secara berkelanjutan. Pendekatan langsung kepada kelompok-kelompok masyarakat menjadi salah satu cara agar layanan keagamaan dapat lebih mudah diterima dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Mandiraja terus mendorong pelaksanaan penyuluhan agama yang komunikatif, edukatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Sinergi dengan kelompok masyarakat diharapkan dapat memperkuat peran penyuluh dalam memberikan bimbingan serta mendukung terwujudnya kehidupan keluarga dan masyarakat yang lebih harmonis.
(m/azd)







