Banjarnegara (Humas) – Memasuki kegiatan amalaiyah Ramadan 1447 H, suasana religius tampak menyelimuti SMP N 1 Pagentan pada Senin (9/3/2026). Sebanyak 300 siswa berkumpul dengan khidmat untuk mengikuti kegiatan Amaliyah Ramadan yang menghadirkan narasumber ahli dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini mengusung tema sentral “Tatacara Ibadah Puasa Ramadan“. Hadir sebagai pemateri utama adalah Penghulu KUA Pagentan, Nasta’in, S.H., yang memberikan pendalaman materi mengenai aspek hukum dan rukun puasa sesuai syariat Islam.
Dalam paparannya, Nasta’in menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pengendalian diri secara menyeluruh. Ia menjelaskan secara mendalam mengenai hal-hal yang membatalkan puasa serta etika (adab) saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Kami ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya berpuasa secara fisik, tetapi juga memahami esensi dan fikihnya. Dengan memahami tatacara yang benar, diharapkan ibadah mereka menjadi lebih berkualitas dan sah secara syar’i,” ujar Nasta’in, di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Ketua Panitia Amaliyah Ramadan SMP N 1 Pagentan, Pak Hafid Mukholadun, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KUA merupakan langkah strategis untuk memberikan pemahaman agama yang otoritatif bagi para siswa.
“Alhamdulillah, antusiasme 300 siswa sangat luar biasa. Kehadiran Bapak Nasta’in dari KUA memberikan pencerahan baru bagi siswa kami. Harapan kami, melalui kegiatan ini, karakter religius siswa semakin terbentuk dan mereka dapat menjalankan puasa Ramadan dengan ilmu yang mumpuni,” ungkap Hafid Mukholadun.
Kegiatan Amaliyah Ramadan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama melalui KUA dengan instansi pendidikan. Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif, di mana para siswa aktif berkonsultasi mengenai problematika ibadah sehari-hari selama bulan puasa.
Acara ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian kegiatan keagamaan di sekolah tersebut selama beberapa hari ke depan. Melalui edukasi ini, KUA Pagentan berharap generasi muda Banjarnegara dapat menjadi pribadi yang bertakwa dan melek terhadap literasi agama sejak dini.
(nt/azd)







