Banjarnegara (Humas) — Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) selama dua hari, Kamis–Jumat (5–6/2/2026), di Aula Lantai Dasar Masjid Al-Ikhlas Kankemenag Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara sebagai langkah penguatan tata kelola pelaporan berbasis digital.
Rakor ini bertujuan memberikan pembekalan teknis kepada para penyuluh terkait penggunaan aplikasi e-PA sebagai sarana pelaporan kegiatan secara elektronik. Melalui sistem tersebut, setiap penyuluh diharapkan memiliki dokumentasi dan bukti kinerja yang tertata, terukur, serta akuntabel.
Kepala Seksi Bimas Islam, Slamet Wahyudi, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan profesionalitas penyuluh di era digital.
“Seluruh penyuluh kita bekali pemahaman tentang pentingnya laporan digital. Dengan e-PA, setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik dan menjadi bukti kinerja masing-masing. Mari bersama-sama menjadi pribadi yang profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Sukarno, dalam sambutan dan pembinaannya menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan tertib administrasi pelaporan.
“Seimbangkan antara kegiatan dan laporan. Jangan sampai kinerja bagus tapi administrasinya lemah. Digitalisasi ini juga bagian dari implementasi Zona Integritas WBK serta Asta Protas Kementerian Agama, khususnya digitalisasi tata kelola,” tegasnya.Ia menambahkan bahwa transformasi digital menjadi keniscayaan dalam meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk dalam bidang penyuluhan agama.
Materi sosialisasi teknis penggunaan e-PA disampaikan oleh Riva Susanti, Pelaksana Seksi Bimas Islam Kankemenag Banjarnegara. Dalam sesi tersebut, peserta dibimbing secara langsung mengenai tata cara input laporan, pengunggahan bukti kegiatan, hingga pengelolaan data secara sistematis melalui aplikasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin adaptif terhadap teknologi, mampu menyusun laporan secara cepat dan transparan, serta mendukung terwujudnya pelayanan keagamaan yang profesional, modern, dan berdampak bagi masyarakat.
azd

