Perkuat Fondasi Rumah Tangga, Penyuluh Agama KUA Pagentan Bekali Calon Pengantin Materi Keluarga Sakinah

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan pada Senin (11/5/2026). Pasangan calon pengantin, Mahmudin dan Keti Purwati, tampak serius menyimak setiap arahan dalam sesi penasehatan perkawinan yang menjadi syarat penting sebelum melangkah ke jenjang pelaminan.

Pasangan yang berasal dari Dusun Kalikidang, Desa Gumingsir ini mendapatkan bimbingan langsung dari Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal mental dan spiritual agar pasangan tersebut mampu mengarungi bahtera rumah tangga dengan kokoh dan harmonis.

Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formalitas belaka, melainkan ibadah terpanjang yang menuntut kesabaran dan pengertian antar pasangan. Ia mengusung materi utama mengenai “Membangun Keluarga Sakinah” sebagai fondasi utama kehidupan berumah tangga.

M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak datang secara tiba-tiba, melainkan harus diupayakan melalui komunikasi yang sehat dan landasan agama yang kuat.

“Keluarga sakinah itu bukan berarti keluarga yang tanpa masalah. Justru, sakinah adalah kemampuan suami dan istri untuk tetap tenang dan saling menguatkan saat badai ujian datang. Kuncinya adalah mawaddah dan warahmah, yang harus dipupuk setiap hari melalui ketaatan kepada Allah serta pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak secara seimbang,” ujar Syaiful di sela-sela arahannya.

Penyuluhan ini berlangsung interaktif. Mahmudin dan Keti Purwati diberikan kesempatan untuk berdialog mengenai tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Mahmudin mengaku sangat terbantu dengan adanya program bimbingan ini, mengingat banyak hal teknis dan filosofis tentang pernikahan yang sebelumnya belum ia pahami secara mendalam.

“Kami merasa jauh lebih siap setelah mendengar penjelasan dari Pak Syaiful. Sebelumnya kami hanya fokus pada persiapan resepsi, tapi hari ini kami diingatkan bahwa persiapan batin dan ilmu agama jauh lebih penting. Materi tentang cara meredam ego dalam rumah tangga tadi sangat berkesan bagi saya,” ungkap Mahmudin dengan nada optimis.

Pihak KUA Pagentan terus berkomitmen untuk menekan angka perselisihan dan perceraian di wilayahnya melalui bimbingan intensif seperti ini. Penasehatan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Mahmudin dan Keti dalam membentuk keluarga yang harmonis di Dusun Kalikidang kelak.

Sesi ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya pembekalan yang diharapkan menjadi langkah awal yang berkah bagi kedua calon mempelai sebelum hari akad nikah tiba. 

(msa/azd)

Skip to content