Banjarnegara (Humas) — Bertempat di salah satu ruang kelas KB Tunas Harapan Majasari, suasana khidmat menyelimuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Taklim (MT) Bara’imul Amal Majasari ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, sebagai pemateri utama.
Mengangkat tema “Jejak Takwa di Hari Nahr”, penyuluhan ini dihadiri oleh 22 orang jamaah yang seluruhnya merupakan wali siswa KB Tunas Harapan Majasari. Kehadiran para ibu wali murid ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menimba ilmu agama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah.
Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin mengupas tuntas makna filosofis dan historis di balik Hari Nahr atau hari penyembelihan kurban. Ia mengajak para jamaah untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi fondasi utama ibadah kurban. Menurutnya, takwa bukan sekadar ritual musiman, melainkan jejak kebaikan yang harus membekas dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendidik anak.
“Hari Nahr bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, melainkan momentum untuk menyembelih ego pribadi, sifat kikir, dan kesombongan kita. Jejak takwa yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu mengimplementasikan nilai pengorbanan dan ketaatan total kepada Allah SWT dalam madrasah pertama anak-anak kita, yaitu keluarga,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.
Syaiful juga menambahkan bahwa peran orang tua, khususnya wali murid anak usia dini, sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai ketauhidan sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan karakter islami yang kuat.
Merespons positif kegiatan tersebut, Subekti, selaku Ketua MT Bara’imul Amal Majasari yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KB Tunas Harapan Majasari, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya yang mendalam kepada pihak KUA Pagentan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Syaiful dari KUA Pagentan. Materi yang disampaikan sangat menyentuh hati dan membuka cakrawala berpikir kami sebagai orang tua. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi wali siswa KB Tunas Harapan, agar ada keselarasan antara pendidikan agama yang diajarkan di sekolah dengan pembiasaan takwa di rumah masing-masing,” ungkap Subekti setelah acara usai.
Acara yang berlangsung serius tapi santai tersebut berjalan dengan interaktif. Sesi tanya jawab di akhir acara memperlihatkan respons aktif dari 22 jamaah yang hadir, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga dan masa depan anak-anak didik KB Tunas Harapan Majasari.
(msa/azd)
