Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pondasi keagamaan dan kualitas kehidupan berkeluarga di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, memberikan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim ‘Aisyiyah Purbasana, Desa Kasmaran, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini mengangkat tema “Menjadi Ibu Madrasah Pertama: Membangun Keluarga Sakinah di Era Digital”.
Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya pengajian rutin tersebut. Puluhan jemaah ibu-ibu tampak khidmat menyimak setiap materi yang disampaikan. Kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan ini menjadi sarana pembinaan keagamaan yang rutin dinantikan warga Desa Kasmaran untuk memperdalam pemahaman keislaman dan tata kelola keluarga yang harmonis.
Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menyoroti besarnya tantangan mengasuh anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah gempuran teknologi informasi. Menurutnya, sosok ibu memiliki peran sentral sebagai pendidik utama (al-ummu madrasatul ula) yang menentukan arah karakter generasi penerus.
“Peran seorang ibu di dalam rumah tangga bukan hanya sebatas mengurus kebutuhan fisik harian, melainkan menjadi benteng moral dan keimanan bagi anak-anaknya. Di era digital ini, kita tidak bisa melarang anak sepenuhnya dari teknologi, namun kita wajib mendampingi dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an agar mereka memiliki imunitas moral yang kuat,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jemaah.
Ia juga menambahkan bahwa keharmonisan rumah tangga merupakan pondasi utama terciptanya masyarakat yang tenteram. Dengan landasan agama yang kokoh, setiap permasalahan dalam keluarga dapat diselesaikan secara bijak dan penuh kasih sayang.
Ketua Majelis Taklim ‘Aisyiyah Purbasana, Turiyah, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran serta penyampaian materi dari pihak KUA Pagentan. Ia menilai wawasan yang dibagikan sangat relevan dengan kondisi sosial para ibu di Desa Kasmaran saat ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Mbak Alfiana dari KUA Pagentan yang selalu telaten memberikan pembinaan. Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami para ibu, terutama bagaimana menyikapi perubahan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman. Semoga silaturahmi dan penyuluhan seperti ini terus berlanjut secara konsisten,” ungkap Turiyah.
Acara penyuluhan tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai hukum-hukum fikih kewanitaan serta pola asuh anak secara Islam, sebelum ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan warga Desa Kasmaran.
(an/azd)







