Banjarnegara – tingkatkan ibadah di bulan Ramadhan, guru MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) ikuti kajian kitab Riyadhul Badi’ah bab puasa selama tiga hari, yaitu Kamis, Jumat dan Sabtu. Kajian kitab ini dilakukan bersama dengan Gus Tadho yang dilakukan di kelas 1 A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo.(21/2).
Guru mapel Isnaeni Nur Hayati mengatakan bahwa, kajian kitab Riyadhul Badi’ah ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan ibadah saja. Namun juga untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di bulan suci Ramadhan, terutama mengenai bab puasa.
“Tujuan kita mengadakan kajian kitab Riyadhul Badi’ah ini yang pasti untuk meningkatkan ibadah, serta memperdalam ilmu fiqih dan pengetahuan kita mengenai puasa, ” ujarnya.
Dalam kajian kitab Riyadhul Badi’ah, Gus Tadho menjelaskan secara rinci tentang hukum, syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa dan hal – hal yang tidak membatalkan puasa sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Riyadhul Badi’ah. Beliau juga mengulas keutamaan puasa sebagai sarana pembentukan akhlak dan peningkatan ketakwaan.
Dalam penjelasannya Gus Tadho menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga menjaga lisan, hati, serta perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala.
Selama kajian kitab Riyadhul Badi’ah para guru MIMAU tampak antusias saat mengikuti kajian tersebut. Selain mendengarkan penjelasan dari Gus Tadho para guru juga aktif mencatat penjelasannya.
Dengan antusiasme para guru dalam mengikuti kajian kitab Riyadhul Badi’ah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para guru tentang bab puasa sehingga mampu membimbing siswa dengan lebih baik selama bulan Ramadhan. Selain itu, kajian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan di antara para tenaga pendidik.(RN).
