Banjarnegara – Suasana pembelajaran di kelas muslimah Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) terasa berbeda dan menyenangkan. Kali ini, para siswi diajak belajar langsung dari alam dengan memanfaatkan tanaman markisa yang tumbuh subur di depan kelas. Tanaman tersebut tidak hanya menambah keindahan dan kerindangan lingkungan madrasah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembelajaran siswa.(19/1)
Dengan penuh antusias, para siswi memetik buah markisa yang telah matang dari pohonnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat minuman jus markisa secara sederhana bersama-sama. Suasana kebersamaan dan keceriaan tampak jelas saat para siswi saling membantu, berbagi tugas, dan menikmati proses dari awal hingga akhir.
Pohon markisa yang ditanam di depan kelas memang sengaja dirawat sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan. Selain berfungsi sebagai peneduh alami, tanaman ini juga menjadi media belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Melalui kegiatan ini, siswi tidak hanya belajar keterampilan sederhana, tetapi juga memahami bahwa alam dapat menjadi sumber manfaat jika dirawat dengan baik.
Dalam proses pembuatan jus, siswi juga diajak mengenal kandungan gizi yang terdapat dalam buah markisa. Guru menjelaskan bahwa markisa kaya akan vitamin C yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, markisa juga mengandung serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak bisa belajar tentang alam, kesehatan, dan kebersamaan sekaligus,” ungkap salah satu guru pendamping.
Kegiatan membuat jus markisa ini juga mengajarkan nilai kebersamaan dan kerja sama. Para siswi belajar berbagi peran, bersabar menunggu giliran, serta menikmati hasil kerja bersama. Setelah jus selesai dibuat, mereka pun menikmati minuman sehat tersebut dengan penuh rasa syukur.
Salah satu siswi mengaku senang karena bisa belajar sambil praktik langsung. Menurutnya, kegiatan ini seru karena bisa memetik buah sendiri dan mengetahui manfaatnya bagi tubuh.
Melalui kegiatan ini, MIFABARA berharap siswa semakin mencintai lingkungan, memahami pentingnya menjaga tanaman, serta terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Pembelajaran kontekstual seperti ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan penuh nilai kebaikan.(nas)







