Banjarnegara (Humas) — Upaya pemulihan pascabencana longsor di Dusun Situkung terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak. Di tengah aktivitas penanganan, suasana hangat terlihat ketika warga berkumpul di pos pengungsian, saling berbagi cerita dan menguatkan satu sama lain setelah masa-masa sulit yang mereka alami.
Petugas KUA Punggelan, Alif Helmi Saputra dan Ismail Fahmi, turut hadir memberikan pendampingan sosial-keagamaan bagi para penyintas (27/11). Kehadiran mereka membantu warga menemukan ketenangan di situasi penuh tekanan, sekaligus memastikan aspek spiritual tetap terjaga.
Sementara itu, Kantor KUA Pandanarum, yang juga difungsikan sebagai Pos Bencana Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, menjadi salah satu titik koordinasi penting dalam penanganan bencana. Pos tersebut berperan menampung laporan, menyalurkan bantuan, serta menjadi ruang istirahat bagi petugas yang berjaga.
Kepala KUA Pandanarum, Mutholib, yang setiap hari berada di kantor dan terus berkoordinasi dari pos bencana, menyampaikan apresiasi terhadap ketabahan warga serta sinergi berbagai pihak.
“Situasi di Situkung menunjukkan betapa kuatnya warga dalam menghadapi musibah ini. Meskipun banyak kehilangan, semangat saling menguatkan sangat terasa. Kami di KUA dan Kemenag berkomitmen untuk mendampingi, memberikan dukungan moral, dan memastikan kebutuhan spiritual masyarakat tetap terlayani selama masa pemulihan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya soal fisik, tetapi juga hati dan mental.
“Selama warga bisa saling menjaga dan memperkuat satu sama lain, InsyaAllah beban ini akan lebih mudah dilalui,” tambahnya.
Dengan dukungan petugas, relawan, dan seluruh unsur masyarakat, pemulihan di Situkung terus bergerak ke arah yang lebih baik. KUA Pandanarum sebagai pos bencana menjadi simbol hadirnya negara di tengah warga yang sedang bangkit dari musibah.







