Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan kisah inspiratif melalui program Podcast Madtsansa Ada Apa episode ke-21 yang resmi tayang di kanal YouTube MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Sabtu (8/11) dan serentak dibagikan di seluruh media sosial resmi Madtsansa. Episode kali ini mengangkat tema “Sang Juara Umum Perjusa 2025: Semangat, Cerdas, dan Berkarya!” dengan menghadirkan dua narasumber istimewa, Fabian dan Raisa, siswa kelas 7A unggulan riset, perwakilan dari tim Juara Umum Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) 2025.
Podcast berdurasi 30 menit ini dipandu dengan hangat oleh Linara, host sekaligus wakil kepala urusan Humas Madtsansa. Dalam pembukaannya, Linara menyapa “Sobat Madtsansa” dengan semangat khasnya sambil menuturkan puisi pembakar semangat tentang makna juara sejati yang tidak hanya menang di arena, tetapi juga dalam kedisiplinan dan kerja sama.
“Juara sejati bukan datang tiba-tiba, tapi tumbuh dari kerja keras, tanggung jawab, dan hati yang rendah,” ujarnya membuka percakapan.
Dalam segmen pertama, Linara mengajak kedua narasumber untuk berbagi cerita tentang pengalaman menjadi juara umum di ajang bergengsi Perjusa 2025. Fabian mengungkapkan rasa bangganya karena kemenangan itu adalah hasil kerja keras tim yang kompak sejak awal latihan.
“Awalnya deg-degan banget karena ini Perjusa pertama kami, tapi semangat regu bikin semuanya lancar,” tutur Fabian. Senada dengan itu, Raisa menambahkan,
“Kami nggak nyangka bisa juara umum, tapi percaya diri dan saling dukung itu kuncinya.”
Memasuki segmen kedua, pembicaraan beralih pada proses persiapan menjelang perlombaan. Raisa menjelaskan bahwa timnya berlatih hampir setiap sore untuk menghadapi berbagai cabang lomba seperti Cerdas Tangkas Pramuka dan Pentas Seni.
“Kami fokus di dua lomba itu karena jadi target utama. Latihannya intens, tapi menyenangkan,” ungkapnya. Fabian menambahkan bahwa mereka membagi peran dalam mempelajari materi Pramuka, mulai dari Morse hingga pionering.
“Kami bikin kuis kecil biar belajar jadi seru,” katanya sambil tersenyum.
Linara kemudian menyoroti penampilan tim 7A dalam Pentas Seni Drama berjudul “Stop Bullying”. Raisa menceritakan bahwa naskah drama tersebut ditulis sendiri oleh tim mereka, dengan pesan moral tentang pentingnya kebersamaan dalam perbedaan.
“Kita pengin menunjukkan bahwa kerja sama dan semangat Pramuka nggak boleh padam meski dalam kesulitan,” jelas Raisa. Sementara Fabian mengenang momen saat penonton bertepuk tangan di tengah penampilan mereka. “Itu rasanya luar biasa, semua usaha terbayar,” ujarnya.
Suasana podcast semakin hangat saat mereka mengenang keseruan di perkemahan. Fabian menyebut malam api unggun sebagai momen paling berkesan karena semua peserta bernyanyi dan berbagi yel-yel bersama.
“Capeknya langsung hilang waktu api unggun,” katanya bersemangat. Sedangkan Raisa menilai tantangan paling seru ada di kegiatan jelajah medan. “Kita harus kerja sama di tiap pos, dari Semaphore sampai estafet tongkat. Lucu tapi seru banget!” katanya sambil tertawa.
Dalam segmen nilai-nilai pembelajaran, keduanya sepakat bahwa kunci kemenangan bukan hanya soal teknik, tetapi karakter.
“Kami belajar tanggung jawab dan disiplin. Sekecil apapun peran, harus dijalani sebaik mungkin,” ujar Fabian.
Raisa menambahkan bahwa nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka tetap relevan di era modern.
“Itu seperti panduan hidup. Bukan cuma di Pramuka, tapi juga di sekolah dan rumah,” tuturnya penuh makna.
Host Linara menutup percakapan dengan memberi apresiasi kepada kedua narasumber atas prestasi dan semangat mereka.
“Fabian, Raisa dkk di 7A adalah bukti bahwa juara lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi semata,” ucapnya.
Sementara itu, Ikhsanudin, wakil kepala urusan kesiswaan MTsN 1 Banjarnegara, turut memberikan tanggapan positif atas tayangnya podcast ini.
“Podcast seperti ini menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus ruang apresiasi bagi siswa berprestasi. Fabian dan Raisa layak menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” tegasnya.
Menariknya, di penghujung tayangan, Zhafran, salah satu teman sekelas 7A, turut memberikan kesan terhadap capaian timnya.
“Kami bangga banget sama Fabian dan Raisa. Mereka bukan cuma teman, tapi motivator buat kami semua,” ungkapnya.
Dengan rilisnya episode ke-21 ini, Podcast Madtsansa Ada Apa kembali menegaskan posisinya sebagai media kreatif pembangun semangat dan karakter siswa. Seperti pesan penutup Linara,
“Jangan berhenti berprestasi, karena setiap perjuangan punya cerita yang pantas dibagikan.” (Fy/La)







