Polsek Banjarnegara Kembali Hadir di MIFABARA, Lanjutkan Edukasi Anti-Bullying

Banjarnegara – Upaya membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kasih kembali digaungkan di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Polsek Banjarnegara kembali hadir di tengah-tengah para siswa untuk melanjutkan edukasi tentang anti-bullying, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan sesama.(15/8)

Kegiatan edukasi ini bukan sekadar penyampaian materi, tetapi menjadi pengingat yang terus diberikan secara berkelanjutan. Sebab, nilai-nilai kebaikan tidak cukup hanya dikenalkan sekali. Anak-anak perlu terus diingatkan, dibimbing, dan diajak memahami bahwa setiap perkataan, tindakan, maupun candaan memiliki dampak bagi orang lain.

Dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak, petugas Polsek Banjarnegara mengajak siswa mengenali berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital. Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa mengejek, mengucilkan, mempermalukan, mengancam, atau menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan.

Pesan penting yang terus ditanamkan adalah bahwa berani bukan berarti menyakiti, kuat bukan berarti menindas, dan hebat bukan berarti merendahkan orang lain. Justru anak yang hebat adalah mereka yang mampu menjaga lisan, menghormati perbedaan, berani membela kebenaran, serta mau membantu teman yang membutuhkan.

Kepala madrasah menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying di MIFABARA diharapkan dapat membentuk budaya madrasah yang semakin positif.

“ Anak-anak tidak hanya diajak untuk tidak menjadi pelaku bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap perundungan dan segera melapor kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya ketika melihat atau mengalami tindakan bullying”. tandasnya

Kehadiran Polsek Banjarnegara menjadi bagian penting dari sinergi antara madrasah, keluarga, dan kepolisian dalam memberikan perlindungan serta edukasi kepada generasi muda. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bukanlah tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

MIFABARA percaya, lingkungan yang baik akan melahirkan anak-anak yang baik. Dengan edukasi yang dilakukan secara terus-menerus, diharapkan pesan anti-bullying semakin melekat dalam hati dan perilaku siswa.

Karena setiap anak berhak tumbuh tanpa rasa takut, belajar tanpa tekanan, dan berteman tanpa harus merasa direndahkan. Mari bersama menjadikan MIFABARA sebagai ruang tumbuh yang aman, ramah, penuh kasih, dan bebas dari bullying.(nas)

Skip to content