PPL Mahasiswa STIT Tunas Bangsa Resmi Berakhir di MIFABARA, Momen Perpisahan Penuh Haru Warnai Akhir Tugas

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menjadi saksi perjalanan penting bagi mahasiswa calon pendidik. Setelah menjalani rangkaian Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa dari STIT Tunas Bangsa resmi menuntaskan masa tugas mereka. Momen perpisahan yang digelar pada akhir pekan lalu berlangsung khidmat, hangat, dan penuh haru.(18/11)

Sejak awal kedatangan mereka, para mahasiswa PPL telah menjadi bagian dari dinamika pembelajaran di MIFABARA. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi terlibat aktif dalam proses mengajar di berbagai kelas. Selama dua bulan tersebut, kedekatan dengan para siswa terbentuk secara alami. Tak heran jika saat hari perpisahan tiba, banyak siswa yang tampak enggan melepas kepergian para kakak PPL.

Acara perpisahan dimulai dengan penyampaian laporan akhir dari dosen pembimbing yang hadir mendampingi mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga MIFABARA yang telah memberikan ruang belajar bagi para mahasiswa. “Kami sangat menghargai kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Suasana MIFABARA yang disiplin namun penuh kehangatan menjadi lingkungan ideal bagi mahasiswa kami untuk berkembang,” ujarnya.

Kepala madrasah, Durotun Nafisah, juga memberikan apresiasi dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa kehadiran mahasiswa PPL memberikan energi baru di tengah kegiatan belajar mengajar. “Kami merasakan betul kontribusi positif mahasiswa STIT Tunas Bangsa. Mereka tidak hanya menjalankan tugas, tetapi membaur seperti keluarga. Anak-anak merasa dekat, dan itu menunjukkan bahwa kalian mengajar dengan ketulusan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk melangkah sebagai pendidik sejati,” ungkapnya.

Suasana semakin haru ketika para mahasiswa berdiri di hadapan siswa-siswi MIFABARA untuk menyampaikan salam perpisahan.

“Kami belajar banyak hal di madrasah ini. Tidak hanya teori mengajar, tetapi bagaimana membimbing anak dengan sabar dan penuh empati. MIFABARA telah menjadi rumah kedua bagi kami. Terima kasih untuk setiap momen, bimbingan, dan kesempatan berkembang yang diberikan.” Ucap salah satu mahasiswa PPL

Dengan berakhirnya masa PPL ini, MIFABARA berharap kerja sama dengan STIT Tunas Bangsa dapat terus berlanjut. Momen perpisahan yang penuh makna ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi membangun hubungan dan pengalaman hidup yang tidak terlupakan.(nas)

Skip to content