Banjarnegara (Humas) – Nasirin, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Banjarnegara, pada Kamis (24/11/2025) pukul 08.00–12.00 WIB melaksanakan penyuluhan sekaligus pembinaan bagi kelompok marginal yang diikuti 50 peserta.
Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) dari kelompok marginal di RM Sako Banjarnegara kini memiliki harapan baru setelah menyelesaikan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Baznas bekerja sama dengan Pokjaluh Kota Banjarnegara. Program bertajuk Kelompok Marginal ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi serta mengurangi ketergantungan kelompok rentan terhadap bantuan sosial.
Pembinaan berfokus pada keterampilan praktis sesuai potensi lokal, seperti pembuatan kerajinan daur ulang dan pengolahan makanan ringan tradisional. Para peserta yang sebagian besar merupakan perempuan kepala keluarga dan penyandang disabilitas tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi.
Camat Banjarnegara dalam penutupan acara, Senin, menegaskan bahwa pembinaan tersebut tidak sekadar memberikan bantuan modal, tetapi menanamkan pola pikir mandiri.
“Kami tidak hanya memberikan ‘ikan’, tetapi juga ‘kail’ bahkan ‘kolamnya’. Dengan pelatihan ini, kami berharap mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, bahkan merekrut tetangga di sekitar mereka,” ujarnya. “Kelompok marginal memiliki potensi luar biasa yang sering terabaikan. Tugas pemerintah adalah memfasilitasinya.”
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan menyusun rencana bisnis sederhana menerima bantuan modal usaha awal berupa peralatan serta bahan baku. Dinsos juga menggandeng Dekranasda untuk membantu pemasaran produk ke pasar yang lebih luas.
Siti (45), salah satu peserta pelatihan kerajinan daur ulang, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Sebelumnya saya bingung harus bekerja apa dengan kondisi saya. Sekarang saya bisa membuat tas dan dompet dari plastik bekas. Ini bisa dikerjakan di rumah sambil mengurus anak. Terima kasih atas perhatian dari pemerintah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Program Kelompok Marginal direncanakan diperluas ke empat kecamatan lain di Banjarsari pada tahun depan sebagai komitmen pemerintah daerah membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan ekonomi.







