Banjarnegara – KKG atau singkatan dari Kelompok Kerja Guru adalah sebuah wadah organisasi guru yang berfokus dengan peningkatan dan profesionalisme serta kompetensi guru di tingkat MI dalam satu kecamatan. Salah satu program KKG MI Banjarnegara adalah dengan memfasilitasi pelatihan AI-Coding untuk guru MI Kecamatan Banjarnegara. AI (Artificial Intelligence) dan coding nantinya akan mengisi di dunia pendidikan. MI Maarif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yang termasuk dalam MI di kecamatan Banjarnegara mengikutkan seluruh guru untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang disediakan oleh KKG. (17/5)
Adanya penambahan baru dalam dunia pendidikan yaitu adanya pelajaran AI dan coding tentu menjadi tantangan tersendiri oleh seluruh guru. Dengan adanya kebijakan tersebut, perlu dukungan untuk guru dalam peningkatan skill mengajar dan semakin melek akan perkembangan dunia digital. Pelatihan yang diikuti oleh 5 MI se-Kecamatan Banjarnegara yaitu MI Ahsanul Ulum, MI Al Fatah, MI Muhammadiyah Semampir, MI Muhammadiyah Karangtengah, MI Maarif Al Falah Joyokusumo menghadirkan 2 narasumber dengan keahlian bidang Informatika dan Keolahragaan. Heni Rahmawati,M.Kom tampil sebagai pengisi materi AI dan Coding sedangkan Djaka Rijanto, S,Pd seorang Guru Olahraga SDN 1 Karangtengah sebagai pengisi materi keloahragaan. Pelaksanaan pelatihan ini bertempat di Gedung Setda Banjarnegara Ruang Sasana Abdi Praja Lantai 3 dimulai pada pukul 11.00 – 16.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas RA/MI Kecamatan Banjarnegara Ibu Vijanti Marzuqi, S.Pd.I., M.Pd.
Ibu Vijanti Marzuqi selaku Pengawas RA/MI memberi dukungan kepada seluruh guru MI Kecamatan Banjarnegara mengikuti pelatihan AI-Coding-Atletik sebagai kesempatan untuk menambah kemampuan dalam mengajar.
“Menghadapi era transformasi digital dalam dunia pendidikan dan peningkatan prestasi bidang keolahragaan tentu semua guru harus melakukan upgrade diri dengan mengikuti pelatihan. Jadikan pelatihan ini sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan baik sofskill ataupun hardskill. Saya harap, kegiatan ini nantinya bisa menjadi bekal untuk mewujudkan pembelajaran yang melek akan dunia digital dan lebih menyenangkan. ” tutur Vijanti.
Pelatihan pertama yaitu pengenalan materi tentang AI yang diisi oleh Heni Rahmawati, M.Kom. Pemaparan materi meliputi arti AI dan penggunaan AI dalam dunia pendidikan.”AI memiliki potensi besar untuk membantu guru untuk dimudahkan dalam proses mengajar. Namun, hal ini bukan berarti AI bisa menggantikan guru dalam proses belajar.” tegasnya. Ia menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat menciptakan ruang belajar yang lebih menyenangkan.
Sesi kedua, pendemostrasian tentang mengenal dan menggunakan coding. Semua guru dikenalkan tampilan coding seperti javascript. Anzalnadi Azzukhruf Fairly mahasiswa STIMIK Banjarnegara program studi Teknik Informatika semester 6 memaparkan pengenalan bagian coding dan memaparkan cara menggunakan coding. Tujuan dari pengenalan coding bagi guru adalah memberikan simulasi sejak usia dini terhadap cara anak berpikir, berpikir kreatif dan komunikasi. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta pelatihan adalah dengan membuka laptop dan diarahkan untuk membuka website python programming. Sesi ini dikenalkan dengan cara memberi pengumuman tentang nilai siswa dan kehadiran. Selain dikenalkan tentang penginputan coding, narasumber memberikan ice breaking.
Bu Dira salah satu guru Mimau mengutarakan manfaat yang diterima dalam mengenal tentang AI dan Coding.
“Mengenal coding adalah suatu hal baru bagi saya. Basic seorang pendidik yang dalam kuliahnya belum dikenalkan tentang coding, menurut saya cukup kesulitan dalam memberikan kode dalam website tersebut. Namun, saya sangat bersyukur dengan dikenalkan cara pengisian di website coding menjadi sebuah tantangan yang baru untuk dunia pendidikan. Semoga dengan pelatihan ini, walaupun masih dalam tahap yang sederhana dapat ditularkan ke siswa.” ujar Dira.
Pemaparan materi dilanjutkan dengan narasumber ketiga yaitu tentang keolahragaan mengenai Pencegahan cidera yang disampaikan oleh Bapak Djaka Rijanto guru olahraga SDN 1 Karangtengah. Peserta pelatihan yang dihadiri oleh guru olahraga MI Kecamatan Banjarnegara sebanyak 4 orang yang diberi pelatihan tentang cara menangani cidera saat olahraga.
Wahyul Khomisah, selaku Kepala Madrasah MI Maarif Al Falah Joyokusumo memberikan dukungan dan harapan dengan adanya pelatihan yang diselenggarakan oleh KKG MI Kecamatan Banjarnegara.
“Saya sangat mendukung dengan adanya kegiatan untuk mengambangkan dan menambah pengetahuan baru bagi guru. Terlebih lagi dengan dunia digital yang tentu saja harus selalu diikuti oleh seorang guru. Harapan saya dengan adanya program ini madrasah selalu terus berkembang seiring dengan meningkatnya kompetensi para pendidik dalam memanfaatkan teknologi.” tutur Wahyul. (AD)







