Banjarnegara – Sebuah karya indah tidak selalu lahir dari banyak kata. Terkadang, keindahan justru hadir melalui goresan yang penuh ketelitian. Hal itulah yang ditunjukkan Silvia Kasyifatul Ghummah, siswi MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), dalam Lomba Kaligrafi Putri PORSENI Kecamatan Banjarnegara yang digelar di MIM Semampir.(19/9)
Dengan ketekunan dan kreativitas, Silvia menuangkan keindahan tulisan Arab ke dalam sebuah karya kaligrafi. Setiap goresan dibuat dengan penuh konsentrasi, memadukan ketepatan bentuk, komposisi, kreativitas, dan estetika.
Hasilnya pun membanggakan. Silvia berhasil meraih Juara 1 Lomba Kaligrafi Putri, sekaligus membawa nama MIFABARA berdiri di podium tertinggi pada cabang seni tersebut.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa potensi siswa madrasah dapat tumbuh melalui berbagai jalur. Tidak hanya melalui kemampuan akademik dan olahraga, tetapi juga melalui seni yang berakar pada nilai-nilai keislaman.
Kaligrafi mengajarkan lebih dari sekadar keterampilan menggambar huruf. Di balik setiap goresan terdapat proses panjang yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan diri. Sebuah karya tidak dapat diselesaikan dengan tergesa-gesa; ia membutuhkan proses dan perhatian pada setiap detail.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Silvia.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi Silvia. Kaligrafi mengajarkan anak untuk mencintai keindahan sekaligus melatih kesabaran dan ketelitian. Semoga prestasi ini semakin menumbuhkan kecintaan Silvia terhadap seni Islam dan memotivasi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakatnya,” ungkapnya.
Bagi Silvia, kemenangan ini tentu menjadi pengalaman berharga. Sebuah piala mungkin menjadi simbol keberhasilan, tetapi proses di baliknya adalah bagian terpenting dari perjalanan.
Dari selembar media dan ujung pena, Silvia membuktikan bahwa seni dapat menjadi jalan untuk berprestasi sekaligus mengekspresikan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
PORSENI kembali menjadi panggung pembuktian bahwa setiap anak memiliki cahaya prestasinya masing-masing. Dan kali ini, cahaya itu hadir melalui goresan kaligrafi Silvia Kasyifatul Ghummah. MIFABARA berprestasi, berkarya dengan hati, dan terus menebarkan inspirasi.(nas)







