Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara mengawali kembali aktivitas pembelajaran pasca libur semester dengan menggelar salat duha bersama perdana pada Jumat pagi (9/1) di Masjid Darul Ulum. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai bentuk ikhtiar menanamkan kembali semangat ibadah, kedisiplinan, dan kebersamaan setelah masa liburan.
Sejak pagi hari, suasana Masjid Darul Ulum tampak lebih khidmat. Siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas secara tertib memenuhi masjid, didampingi para guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan salat duha bersama ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kembali ritme spiritual dan akademik seluruh warga madrasah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam keterangannya menyampaikan bahwa salat duha bersama perdana ini memiliki makna strategis dalam membangun karakter religius peserta didik. Menurutnya, setelah libur semester, siswa perlu kembali diingatkan bahwa aktivitas belajar harus selalu diawali dengan pendekatan spiritual.
“Salat duha bersama ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ikhtiar kita untuk memulai semester baru dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Kami ingin seluruh siswa dan GTK menyadari bahwa keberkahan ilmu sangat erat kaitannya dengan kedekatan kita kepada Allah SWT,” ujar H. Yatiman.
Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan ibadah di lingkungan madrasah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus dikuatkan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan akhlak,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Koordinator Bidang Keagamaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Abdul Majid, menjelaskan bahwa salat duha bersama akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai program pembiasaan. Ia menilai bahwa pasca liburan, suasana kebersamaan dalam ibadah sangat penting untuk mengembalikan fokus dan semangat belajar siswa.
“Liburan memang waktu untuk menyegarkan pikiran, tetapi ketika kembali ke madrasah, siswa perlu diajak menata kembali niat dan tujuan belajar. Salat duha bersama ini menjadi sarana untuk menenangkan jiwa sekaligus memohon kemudahan dalam menuntut ilmu,” jelas Abdul Majid.
Menurutnya, antusiasme siswa dalam mengikuti salat duha perdana ini menunjukkan bahwa pembiasaan keagamaan di madrasah telah tertanam dengan baik.
“Alhamdulillah, siswa mengikuti dengan tertib dan penuh kesadaran. Ini menjadi modal baik untuk pelaksanaan kegiatan keagamaan selanjutnya,” tambahnya.
Dari kalangan siswa, kegiatan ini juga mendapat respons positif. Heaven, siswa kelas 7C, mengaku senang bisa mengikuti salat duha bersama teman-teman dan guru setelah liburan panjang.
“Rasanya berbeda, lebih tenang dan semangat. Setelah liburan, salat duha bersama membuat saya lebih siap untuk belajar lagi,” ungkapnya.
Heaven juga menyampaikan bahwa kebersamaan dalam ibadah membuatnya merasa lebih dekat dengan lingkungan madrasah.
“Kami jadi lebih kompak dan merasa seperti satu keluarga,” katanya.
Sementara itu, Singgih, siswa kelas 8A, menilai bahwa salat duha bersama menjadi pengingat penting bagi siswa agar tidak hanya fokus pada pelajaran, tetapi juga pada ibadah.
“Kadang setelah liburan kita masih terbawa suasana santai. Salat duha ini seperti alarm agar kami kembali disiplin dan ingat tujuan utama kami sebagai pelajar,” ujarnya.
Singgih berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan karena berdampak positif bagi siswa.
“Selain menambah pahala, kami juga merasa lebih fokus dan tenang saat mengikuti pelajaran,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya salat duha bersama perdana pasca libur semester ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam setiap aktivitas pendidikan. Diharapkan, melalui pembiasaan ibadah ini, seluruh warga madrasah dapat menjalani semester baru dengan semangat, kedisiplinan, dan keberkahan. (Lin)







