Sambut Tahun Baru Islam, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar Ajak Jamaah Isi Bulan Mulia dengan Amal Kebaikan

Banjarnegara  (Humas) — Seluruh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar melakukan kegiatan pembinaan keagamaan kepada masyarakat dalam acara pengajian rutin Majelis Taklim Baitul Ilmu yang bertempat di TPQ Qolbu Gunadi, Dusun Tanggapan, Desa Slatri, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jamaah ibu-ibu serta menjadi sarana penguatan pemahaman keagamaan menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, yaitu Duwi Rohmah, Adib, dan Amat Zuhri. Kehadiran para penyuluh disambut antusias oleh jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh khidmat.

Dalam penyampaiannya, Duwi Rohmah mengangkat tema tentang ciri-ciri orang bertakwa berdasarkan Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 133–135. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan gambaran jelas mengenai karakter orang-orang bertakwa, yaitu mereka yang gemar berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, serta segera memohon ampunan ketika melakukan dosa.

“Ketakwaan bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dari akhlak dan sikap kita dalam kehidupan sehari-hari. Orang bertakwa adalah mereka yang senantiasa berusaha mendekat kepada Allah sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Duwi mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan-bulan haram yang dimuliakan Allah dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi nilai ketakwaan.

“Kita saat ini berada pada bulan yang mulia. Momentum ini hendaknya menjadi kesempatan untuk memperbanyak sedekah, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan mengisi waktu dengan berbagai kebaikan. Terlebih sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru Islam, maka mari kita jadikan momen ini sebagai sarana muhasabah dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

Menurutnya, pergantian tahun hijriah tidak sekadar pergantian kalender, tetapi menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

“Hijrah yang paling utama adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang diridhai Allah SWT. Semoga Tahun Baru Islam yang akan datang menjadi awal yang lebih baik bagi diri kita, keluarga kita, dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Jamaah tampak antusias mengikuti materi hingga akhir acara. Melalui kegiatan majelis taklim ini, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar berharap nilai-nilai ketakwaan semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga terwujud keluarga yang sakinah, religius, dan berakhlak mulia.

(dr/azd)