Gerbang Surga Di Rumah Kita: Menjemput Rida Allah Lewat Berbakti

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Majelis Taklim Alzabid Blambangan Bawang yang di dominasi para remaja dan santri pada (8/6/2026). Puluhan jamaah tampak khusyuk mengikuti kegiatan penyuluhan agama yang mengangkat tema menyentuh hati: “Gerbang Surga di Rumah Kita: Menjemput Rida Allah Lewat Berbakti”.

Acara yang dimulai sejak pagi hari ini bertujuan untuk mempertebal keimanan sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) di tengah gempuran modernisasi dan kesibukan duniawi

Dalam ceramah inti yang disampaikan oleh Bustanul Arifin, ditekankan bahwa banyak orang mencari pahala jauh-jauh, padahal ada “jalan pintas” menuju surga yang berada di dalam rumah mereka sendiri, yaitu orang tua.

“Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua. Seringkali kita sibuk mengejar dunia, namun lupa mendoakan dan memuliakan mereka yang rambutnya mulai memutih demi membesarkan kita,” ujarnya di hadapan para jamaah yang tampak antusias mendengarkan.

Penyuluhan ini tidak hanya memaparkan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits, tetapi juga memberikan tips praktis cara berbakti dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

  1. Menjaga Lisan : Tidak berkata “ah” atau membentak orang tua.
  2. Prioritas Waktu : Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka di usia senja.
  3. Bakti Pasca-Wafat : Tetap menyambung silaturahmi dengan kerabat orang tua dan tak putus mengirimkan doa bagi yang sudah tiada.

Ketua Majelis Taklim Alzabid mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, tema ini sengaja dipilih karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyentuh sisi emosional jamaah.

“Kami berharap setelah pulang dari majelis ini, tidak ada lagi jarak antara anak dan orang tua. Semoga kita semua bisa memperlakukan orang tua kita bagaikan raja, agar rezeki dan berkah hidup kita juga mengalir seperti rezeki raja,” ungkapnya.

Acara penyuluhan kemudian ditutup dengan sesi doa bersama yang berlangsung penuh khidmat, di mana para jamaah saling bermuhasabah dan bertekad untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua mereka di rumah. 

(BA/azd)

Skip to content