Santri Hebat Dimulai dari Kebiasaan Baik, Penyuluhan KUA Kalibening Ajarkan Hafalan Doa Sehari-hari

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agam (KUA) Kecamatan Kalibening, Yulfiani, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di TPQ Al-Muttaqin Desa Sidakangen pada Kamis (11/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat sejak usia dini.

Pada kesempatan tersebut, Yulfiani menyampaikan materi tentang hafalan doa pendek sehari-hari yang dapat diamalkan dalam berbagai aktivitas. Materi meliputi doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa masuk dan keluar rumah, serta doa-doa sederhana lainnya yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Dalam penyampaiannya, Yulfiani menjelaskan bahwa membiasakan anak berdoa merupakan salah satu cara menanamkan nilai keimanan dan ketergantungan kepada Allah SWT sejak dini. Doa bukan sekadar hafalan, melainkan bentuk pengakuan seorang hamba bahwa setiap aktivitas membutuhkan pertolongan dan keberkahan dari Allah.

“Anak-anak perlu dibiasakan berdoa dalam setiap aktivitas. Ketika doa menjadi kebiasaan, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa Allah selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan mereka,” ujar Yulfiani di hadapan para santri.

Agar suasana lebih menarik, penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan metode hafalan bersama, tanya jawab, dan praktik langsung membaca doa sesuai aktivitas sehari-hari. Para santri tampak antusias mengikuti kegiatan dan berlomba-lomba menghafalkan doa yang diajarkan.

Selain mengajarkan bacaan doa, Yulfiani juga memberikan motivasi kepada para santri untuk rajin belajar Al-Qur’an, menghormati orang tua, dan menjaga akhlak yang baik dalam pergaulan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter anak di masa depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri TPQ Al-Muttaqin tidak hanya mampu menghafal doa-doa harian, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai ajaran Islam. 

(wha/azd)

Skip to content