Sebagai Agen Moderasi, Penyuluh Agama Harus Sampaikan Pesan Keagamaan dengan Damai

Banjarnegara (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Banjarnegara mengadakan rapat koordinasi dan pembinaan bagi Penyuluh Agama Islam Fungsional yang bertempat di RM Omah Dawet Madukara Banjarnegara pada Rabu (07/08/2024). Hadir pada Kegiatan Ini Kasi Bimas Islam dan seluruh Penyuluh Agama Islam Fungsional PNS dan PPPK Sejumlah 46 orang.

Kegiatan ini diawali dengan Kultum yang disampaikan oleh Mukafiyah, Penyuluh Agama Kecamatan Purwraeja Klampok. Mukafiyah menyampaikan tentang pentingnya menjaga Lisan, ” Salah satu Kunci keselamatan Manusia adalah menjaga Lisan, karena Lisan ini bisa membawa kita ke surga atau malah sebaliknya akan membawa kita pada neraka”, jelasnya.

” Penting untuk menjaga lisan. Sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang.
Di zaman modern ini, ketajaman lisan kadang juga mewujud dalam aktivitas di media sosial melalui status-status yang ditulis. Sudah semestinya, sebagai umat Islam membuat status di media sosial yang tak menyinggung orang lain.” lanjut Mukafiyah.

Dalam kesempatan ini, seluruh Penyuluh Agama Islam mendapatkan arahan dan pembinaan langsung dari Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) H. Slamet Wahyudi. Slamet Wahyudi menuturkan bahwa
Peran penyuluh agama sangat strategis sebagai ujung tombak ” Peran Penyuluh Agama sebagai ujung tombak, juga merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah, bertugas menyukseskan program-program pemerintah,” Katanya.

Lebih lanjut Kasi Bimas Islam menghimbau pada Penyuluh untuk bisa menyukseskan program prioritas Kemenag di masa sekarang, agar umat beragama memiliki karakteristik yang moderat, maslahat, rukun dan damai, ” Penyuluh sebagai agen moderasi juga harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang moderasi beragama, dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan damai, ” Imbuhnya H.

Pada kegiatan ini juga diisi pemaparan karya tulis ilmiahnya dari 2 Penyuluh Agama Islam. Pertama dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwareja Klampok, Laeli Hidayati dengan tema “Dampak Perselingkuhan dalam Rumah Tangga”. Kedua dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja Muhammad Fuad Ridho tentang “Pengaruh Media Sosial terhadap Remaja”. (dr)