Sehari Penuh Aktivitas Kelas 1 Bilingual MI Al Fatah Parakancanggah Perpaduan Ibadah, Ilmu, dan Penguatan Kosakata Bahasa Inggris

Banjarnegara – Suasana penuh semangat tampak sejak pagi di halaman MI Al Fatah Parakancanggah. Siswa-siswi Kelas 1 Bilingual memulai hari dengan berdoa dan muroja’ah bersama. Udara pagi yang sejuk dan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menciptakan ketenangan, menumbuhkan kecintaan anak-anak pada hafalan Al-Qur’an sejak usia dini.(19/9)

Tepat pukul 07.30 hingga 09.00, kegiatan berlanjut dengan tahfidz qiro’ati. Setelah itu, pukul 09.00–10.00 siswa mengikuti pembelajaran umum sesuai tema harian. Waktu istirahat pukul 10.00–10.30 kemudian mereka kembali ke pembelajaran umum hingga pukul 12.00.

Menjelang tengah hari, seluruh siswa melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan makan siang dan istirahat. Tepat pukul 13.00, yaitu pembelajaran bilingual.

Miss Milla, wali kelas bilingual, menerapkan beragam metode, di antaranya: Flash card, untuk mengenalkan dan mengulang kata-kata baru secara visual, Tongue twister, melatih pelafalan dan kecepatan berbicara dengan cara seru dan penuh tawa, Describing things around us, mendorong siswa mendeskripsikan benda-benda di sekitar menggunakan bahasa Inggris, Sing a song, menyanyikan lagu-lagu sederhana agar kosakata lebih mudah diingat dan diucapkan.

Pukul 14.00–15.00, siswa beristirahat sejenak dengan tidur siang untuk mengembalikan energi. Setelah bangun, mereka bersama-sama melaksanakan shalat Ashar, dilanjutkan mengaji qiro’ati sore. Sebagai penutup hari yang menyenangkan, pukul 15.00–16.00 para siswa menikmati snack time, momen sederhana yang menambah keakraban antar teman.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, mengungkapkan kebanggaannya. “Kegiatan seharian penuh ini dirancang agar anak-anak tidak hanya mendapat ilmu agama dan pelajaran umum, tetapi juga terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian mereka. Dengan metode yang kreatif, mereka belajar sambil bermain sehingga prosesnya terasa ringan dan menyenangkan,” tuturnya.

Miss Milla menambahkan, “Fokus kami bukan hanya pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan ibadah, dan keberanian berkomunikasi. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat kegiatan bilingual,” jelasnya.

Program bilingual MI Al Fatah Parakancanggah menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu menghadapi tantangan global. Pembiasaan ibadah, hafalan Al-Qur’an, serta penguasaan kosakata bahasa Inggris sejak dini diyakini menjadi bekal penting bagi perkembangan siswa di masa depan. menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan kemampuan komunikasi internasional akan bermanfaat sepanjang hayat. (nas)

Skip to content