Banjarnegara – Dalam rangka meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) mewajibkan seluruh guru dan karyawan untuk melaksanakan tadarus Al-Quran sebanyak satu juz setiap hari sebelum pulang. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama setelah para siswa pulang sekolah.
Dengan jumlah guru dan karyawan sebanyak 15 orang, diharapkan setiap dua hari dapat menyelesaikan satu khataman Al-Qur’an. Kegiatan tadarus ini dimulai sejak tanggal 7/3/2025, bertepatan dengan hari kedua masuk sekolah di bulan Ramadan. Dengan konsistensi yang baik, hingga Selasa, 11/3/2025, tadarus bersama ini telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak dua kali.
Kepala Madrasah MIMUB, Agus Priyatno, berharap bahwa program ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ibadah di bulan suci serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar madrasah, baik bagi institusi maupun individu yang terlibat.
“Alhamdulillah, sudah dua kali khatam. Semoga ini menjadi tambahan amal ibadah kita di bulan Ramadan dan menjadi salah satu jalan kebaikan bagi keluarga besar MI MIMUB,” ujar Agus.
Sejalan dengan harapan kepala madrasah, Rahmah Dewi Umairo, guru kelas satu, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu guru-guru untuk menyempatkan membaca Al-Qur’an secara rutin. Ia menyebut bahwa di rumah sering kali kesulitan menyelesaikan satu juz karena berbagai kesibukan.
“Alhamdulillah, setiap hari jadi bisa menyempatkan membaca satu juz di sekolah. Kalau di rumah sering kali repot dan belum tentu bisa menyelesaikan satu juz dalam sehari,” ujar Rahmah.
Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala, terutama ketika ada guru yang berhalangan hadir. Hal ini mengakibatkan target harian 15 juz harus dipenuhi oleh guru lainnya. Istikharoh, salah satu guru di MIMUB, mengungkapkan bahwa ketika ada guru yang tidak bisa hadir, beban membaca lebih dari satu juz terasa cukup berat dan bisa mengurangi fokus.
“Ketika ada guru yang berhalangan, guru lain harus menggantikannya agar target harian tetap tercapai. Namun, kalau sudah membaca lebih dari satu juz, kadang mulai kehilangan fokus. Tapi alhamdulillah, jadi bisa membaca lebih banyak, semoga pahalanya juga lebih banyak,” kata Istikharoh. Meski menghadapi kendala, program ini tetap berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh guru dan karyawan. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas selama Ramadan, tetapi juga menjadi kebiasaan baik yang bisa diterapkan di bulan-bulan lainnya. (rs)







