Banjarnegara – Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan mewujudkan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan ramah anak, seluruh murid MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), bahaya NAPZA, dan pencegahan bullying. Kegiatan yang diselenggarakan di halaman madrasah ini menghadirkan narasumber dari Polsek Banjarnegara sebagai bagian dari sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam membina generasi muda.(18/7)
Hadir sebagai pemateri, Bripka Tri dan Bripka Slamet dari Polsek Banjarnegara. Dengan penyampaian yang komunikatif dan interaktif, keduanya mengajak para murid memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi rokok, mengenal bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta membangun budaya saling menghormati untuk mencegah terjadinya perundungan (bullying).
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber menjelaskan bahwa rokok dan NAPZA dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, menghambat perkembangan fisik dan mental, serta merusak masa depan generasi penerus bangsa. Selain itu, murid juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital, beserta cara menyikapinya dengan benar.
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa edukasi semacam ini sangat penting diberikan kepada peserta didik sejak usia sekolah dasar agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan karakter yang kuat.
“Kami ingin seluruh peserta didik memahami pentingnya hidup sehat, saling menghargai, dan menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Melalui kerja sama dengan Polsek Banjarnegara, kami berharap anak-anak semakin sadar untuk menjaga diri, menghormati sesama, serta menjadi pelopor lingkungan madrasah yang aman dan nyaman,” tuturnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Murid-murid dari kelas 2 hingga kelas 6 tampak antusias mengikuti setiap materi, aktif menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi bersama narasumber. Penyampaian yang disertai contoh-contoh sederhana membuat materi mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para peserta didik.
Melalui kegiatan ini, MIFABARA terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya madrasah yang sehat, bebas asap rokok, bebas penyalahgunaan NAPZA, serta bebas dari tindakan bullying. Sinergi antara madrasah dan Polsek Banjarnegara diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, berakhlakul mulia, dan bertanggung jawab.(nas)







