Semangat Baru Awali Tahun Pelajaran, MIMAU Terapkan Pembagian Tempat Duduk Guru dengan Sistem Arisan

Banjarnegara– MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana guna meningkatkan kenyamanan serta efektivitas pelayanan pendidikan. Memasuki Tahun Pelajaran 2026/ 2027, madrasah melakukan penataan ulang ruang kerja guru melalui pelebaran ruang guru yang diharapkan mampu mendukung kolaborasi antartenaga pendidik pada Kamis kemarin.(10/7)

Ruang guru yang sebelumnya digunakan kini dialihfungsikan menjadi ruang Kepala Madrasah, ruang Bendahara, ruang Tata Usaha (TU), serta ruang tamu. Sementara itu, ruang kelas 1A yang berada di lantai 1 yang tepatnya bersebelahan dengan ruang guru lama resmi difungsikan sebagai ruang guru baru yang lebih luas dan nyaman bagi seluruh tenaga pendidik.

Agar pembagian tempat duduk berlangsung adil dan penuh kebersamaan, Kepala Madrasah MIMAU Wahyul Khomisah, menerapkan sistem arisan menggunakan lintingan kertas. Seluruh guru secara bergantian mengambil lintingan yang berisi nomor tempat duduk masing-masing. Suasana berlangsung meriah, penuh antusias, dan diwarnai gelak tawa karena setiap guru memperoleh tempat duduk secara acak.

Yul saapan Kepala Madrasah MIMAU menyampaikan bahwa sistem tersebut dipilih untuk menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menghindari adanya perbedaan dalam penentuan tempat duduk.

“Pembagian tempat duduk dengan sistem arisan ini kami lakukan agar semua guru memiliki kesempatan yang sama tanpa memilih sendiri tempat yang diinginkan. Selain menciptakan suasana yang menyenangkan, cara ini juga menjadi simbol kebersamaan, kekeluargaan, dan kesiapan kita menyambut tahun pelajaran baru dengan semangat baru,” ungkap beliau.

Salah satu guru kelas 2C Utari Kusuma Wardani, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sistem pengundian memberikan pengalaman yang menarik sekaligus mempererat hubungan antarguru.

“Saya merasa senang dengan pembagian tempat duduk secara acak karena berlangsung seru dan penuh keakraban. Di mana pun tempat duduk yang saya peroleh, saya yakin tetap dapat bekerja dengan nyaman dan semakin mudah berkolaborasi dengan rekan-rekan guru demi memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik,” ungkapnya.

Melalui penataan ruang kerja yang lebih representatif, MIMAU berharap seluruh guru semakin nyaman dalam menjalankan tugas profesionalnya. Lingkungan kerja yang tertata, nyaman, dan harmonis menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan kepada seluruh peserta didik dan masyarakat.(NF)

Skip to content