Semangat Membara, Siswa MIMAU Tetap Jalankan Mengaji Qiraati Selama Liburan

Banjarnegara (Humas) – MI Maarif Al Falah Joyokusumo (Mimau) memiliki beberapa program unggulan dengan harapan seluruh siswa mampu menjadi kemajuan peradaban. Penunjang kelancaran siswa dalam membaca, menghafal dan menulis Al Quran mampu dituangkan dalam mengaji metode Qiraati. Qiraati adalah metode membaca Al Quran yang menekankan pada praktik baca Al Quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Pembelajaran metode qiraati telah dilaksanakan mimau sudah dari 13 tahun yang lalu baik awal Ramadhan, maupun nanti di akhir Ramadhan semasa libur yaitu 21 – 27 Maret nantinya.

Pembiasaan pagi yang dilaksanakan MI Maarif Al Falah Joyokusumo adalah pelaksanaan salat dhuha dan hajat serta dilanjutkan dengan mengaji qiraati sesuai jilid masing-masing. Penanaman pembiasaan metode qiraati diterapkan dari awal berdirinya Mimau. Kegiatan rutinan ini menjadi suatu wadah bagi siswa untuk mengenal tentang Al Quran lebih dalam. Adapun tingkatan atau jilid yang harus ditempuh siswa dalam metode qiraati terbagi dalam jilid 1-5, Al Quran, Gharib dan Finishing. Setiap tingkatan memiliki ketentuan tersendiri dalam membaca.

Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah menyampaikan harapannya bahwa melalui pembiasaan yang memiliki nilai religi salah satunya kegiatan mengaji qiraati dapat mengenalkan kaidah dan cara membaca Al Quran yang baik dan benar sehingga dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

“Salah satu pembiasaan pagi yang dapat meningkatkan nilai religiusitas dan karakter adalah qiraati. Siswa dari jilid awal dikenalkan makhorijul huruf, menulis dan menghafal surah pendek yang ada di Al Quran serta doa harian yang tentu dapat menjadi bekal di kehidupan sekarang ataupun kelak,” tuturnya.

Pembiasaan mengaji qiraati biasa dilakukan saat hari efektif pembelajaran dan liburan. Adapun estimasi waktu saat mengaji di hari efektif adalah pada pukul 07.30 – 08.30 dilanjutkan pembelajaran di kelas dan saat liburan semester pada waktu yang sama namun setelah selesai mengaji siswa diperkenankan langsung pulang. Namun hal berbeda dilakukan oleh Mimau dengan mengadakan mengaji qiraati selama libur awal Ramadhan. Hal ini menjadi gebrakan baru dan motivasi kepada siswa supaya menaikkan level jilidnya lebih cepat. Antusiasme siswa mimau mengaji sangat tinggi dengan memanfaatkan waktu awal libur Ramadhan dengan baik. Para orang orang tua siswa juga sangat mendukung dengan diadakannya qiraati awal Ramadhan.

Ibunda Naufal salah satu siswa Mimau kelas VI yang bertempat tinggal di Desa Depok Banjarnegara merasa sangat terbantu dan termotivasi dengan adanya mengaji tambahan selama awal Ramadhan. Hal ini dapat memanfaatkan waktu anak untuk selalu melakukan hal positif dan meningkatkan kemampuan dalam membaca Al Quran dengan baik dan benar.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya program qiraati. Terlebih lagi, di bulan yang suci ini diawali dengan mengaji qiraati. Walaupun tempat tinggal saya jauh, namun saya sangat bangga atas partisipasi dan antusiasme anak saya untuk terus mengaji. Harapannya dengan bersama berjuang belajar kita semua mendapatkan pahala yang berlipat ganda di awal bulan Ramadhan,” ungkap Ibunda Naufal.

Beril salah satu santri Joyokusumo serta siswa Mimau kelas IVB juga merasakan kegembiraanya karena melalui mengaji qiraati dapat membaca Al Quran dengan kaidah yang benar serta mendapat kesempatan untuk mengikuti Imtas karena telah selesai tahap jilid di qiraati sampai akhir.

“Alhamdulillah, akhirnya saya telah menyelesaikan qiraati dan mempersiapkan diri untuk mengikuti imtas. Saya sangat bersyukur dengan saya masuk menjadi santri di Joyokusumo serta bersekolah disini menambah pengalaman dan memperlancar membaca Al Quran dengan bantuan metode qi Raati,” ucap Beril.

Ustadzah Muslimah salah satu guru qiraati Mimau jilid III sangat mendukung adanyan program tambahan selama bulan Ramadhan. Hal ini sangat membantu siswa untuk mempercepat naik jilid.

“Saya sangat mendukung sekali dengan penambahan waktu mengaji qi Raati untuk anak-anak. Saya sangat bangga juga dengan kehadiran santri beserta orang tua yang berbondong-bondong untuk mengaji. Semoga dengan penambahan waktu ini, para santri merasa terbantu dan termotivasi untuk naik jilid lebih cepat,” ungkap Muslimah. (AD)

Skip to content