Banjarnegara – Komitmen guru dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an terus ditunjukkan oleh keluarga besar MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) Parakancanggah. Sebagai bagian dari program pembinaan tahfizh bagi pendidik, secara bertahap guru melaksanakan setoran Tahfizh kepada Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah pada Senin siang kemarin.(3/8)
Guru pertama, Tismiatin, wali kelas VIA, Audina walikelas IIIB melaksanakan setoran hafalan Surah An-Naba’. Sementara itu, Anisa Nur Azizah, wali kelas IB, menyetorkan hafalan mulai dari Surah An-Naba’ hingga Surah At-Takwir. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar madrasah dalam menjaga kualitas bacaan, hafalan, sekaligus menumbuhkan budaya mencintai Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah, memberikan apresiasi atas semangat para guru dalam mengikuti program tashih tahfizh. Menurutnya, guru bukan hanya bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi teladan dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Program tahfizh Guru ini bukan sekadar mengukur hafalan, tetapi menjadi sarana untuk terus memperbaiki kualitas bacaan dan menjaga kedekatan kita dengan Al-Qur’an. Saya berharap seluruh guru istiqamah mengikuti program ini sehingga dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik dalam mencintai Al-Qur’an,” ujar Wahyul Khomisah.
Tismiatin mengaku bersyukur dapat menyelesaikan setoran hafalan Surah An-Naba’. Menurutnya, kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus menambah dan menjaga hafalan.
“Alhamdulillah, setoran hari ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus murojaah dan meningkatkan hafalan. Semoga kami sebagai guru mampu memberikan contoh nyata kepada anak-anak bahwa belajar Al-Qur’an adalah proses yang harus terus dijaga sepanjang hayat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Anisa Nur Azizah. Ia merasa program ini memberikan dorongan positif agar para guru semakin disiplin dalam menghafal dan mengulang hafalan Al-Qur’an.
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini karena membuat kami lebih terarah dalam menjaga hafalan. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada kami sehingga dapat menjadi pendidik yang tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui program setoran Tahfizh, MIMAU terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya madrasah yang Qur’ani. Dengan guru yang senantiasa memperbaiki bacaan dan menjaga hafalan Al-Qur’an, diharapkan lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan semakin mencintai Kalamullah. (NF)







