Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan spiritual santri, Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) Andalusia Banjarnegara menyelenggarakan program Karantina Tahfidz bagi santri kelas 7 dan 8. Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 20 hingga 28 April 2026, dengan konsep pembinaan intensif yang terstruktur dan berkelanjutan.
Program Karantina Tahfidz ini menjadi salah satu langkah strategis pondok dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi serta kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Selama masa karantina, santri difokuskan untuk memaksimalkan waktu dalam kegiatan ibadah dan interaksi dengan Al-Qur’an, dengan pengawasan dan pendampingan langsung dari para pengampu tahfidz.
Kegiatan harian dalam karantina ini diawali dengan pelaksanaan sholat tahajud berjamaah yang menjadi pembiasaan utama dalam membangun kekuatan ruhiyah santri. Setelah itu, para santri melanjutkan dengan rangkaian ibadah lainnya, termasuk sholat fardhu berjamaah serta sholat dhuha berjamaah yang diwajibkan selama program berlangsung. Kewajiban ini dimaksudkan untuk menanamkan kedisiplinan sekaligus membentuk kebiasaan ibadah sunnah yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari santri.
Selain pembiasaan ibadah, inti dari kegiatan Karantina Tahfidz ini adalah pelaksanaan halaqoh Al-Qur’an yang dilakukan secara intensif bersama pengampu tahfidz masing-masing. Dalam halaqoh tersebut, santri tidak hanya menambah hafalan (ziyadah), tetapi juga melakukan muroja’ah untuk menjaga kualitas hafalan yang telah dimiliki. Setiap santri mendapatkan perhatian khusus sesuai dengan kemampuan dan target hafalan yang telah ditetapkan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan daurah Al-Qur’an yang dibimbing langsung oleh Ustadz Anwas Mahfudh, Al Hafidz. Dalam daurah tersebut, para santri mendapatkan motivasi, arahan, serta penguatan metode dalam menghafal Al-Qur’an secara lebih optimal. Kehadiran beliau memberikan semangat tersendiri bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan menjaga adab terhadap Al-Qur’an.
Selama pelaksanaan program, suasana karantina berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat. Para santri menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Hal ini terlihat dari kesungguhan mereka dalam menambah hafalan, kedisiplinan dalam mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, serta keaktifan dalam setiap sesi halaqoh maupun daurah.
Program Karantina Tahfidz ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi santri, khususnya dalam hal kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab terhadap amanah sebagai penghafal Al-Qur’an. Dengan lingkungan yang kondusif dan fokus penuh pada Al-Qur’an, santri diharapkan mampu merasakan peningkatan yang signifikan baik dari sisi hafalan maupun kualitas ibadah.
Melalui kegiatan ini, pihak pondok berharap para santri tidak hanya mampu mencapai target hafalan yang telah ditentukan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan menjadi momentum penting dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul, berakhlakul karimah, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (h/em)







