Seni Memaklumi Jadi Pesan Bimbingan Rohani bagi 70 Anggota PKH Sokaraja: Kunci Meraih Ampunan Ilahi

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Serba Guna Singawedana, Sokaraja, pada Senin (6/4/2026). Sebanyak 70 anggota Program Keluarga Harapan (PKH) berkumpul untuk mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan agama yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin.

Kegiatan yang dimulai pagi hari ini mengangkat tema yang cukup menyentuh hati, yakni “Seni Memaklumi, Kunci Ampunan Ilahi.” Selain puluhan peserta, tampak hadir pula tiga orang pendamping PKH yang turut mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan interaktif.

Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa kemampuan untuk memaklumi kekurangan orang lain bukan sekadar bentuk kesabaran, melainkan sebuah “seni” dalam beragama yang berujung pada turunnya rahmat Allah Swt. Ia menjelaskan bahwa hati yang sempit hanya akan membawa kegelisahan, sementara hati yang luas akan memudahkan datangnya ampunan.

“Memaklumi orang lain adalah cara tercepat untuk mendapatkan kedamaian batin. Jika kita ingin Allah memaklumi dosa dan kesalahan kita, maka mulailah dengan memaklumi khilafnya sesama manusia di sekitar kita. Inilah seni tingkat tinggi dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mengetuk pintu ampunan Ilahi,” ujar M. Syaiful Abidin di hadapan para peserta.

Materi tersebut disambut antusias oleh para ibu-ibu anggota PKH. Banyak dari mereka yang merasa relevan dengan kondisi kehidupan bertetangga dan berkeluarga sehari-hari, di mana gesekan antarpribadi sering kali tak terelakkan.

Gatot Aribowo, salah satu Pendamping PKH Sokaraja yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara penyuluh agama dan tim PKH. Menurutnya, asupan spiritual seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat mentalitas para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Syaiful. Tema yang dibawakan sangat mengena karena anggota PKH tidak hanya butuh dukungan ekonomi, tapi juga penguatan spiritual. Dengan memahami ‘seni memaklumi’, kami berharap para anggota bisa lebih rukun dan memiliki mentalitas yang lebih tangguh dalam menghadapi ujian hidup,” ungkap Gatot Aribowo.

Acara bimbingan penyuluhan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan berharap peran penyuluh agama dapat semakin dirasakan manfaatnya secara langsung oleh lapisan masyarakat bawah, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga di wilayah Sokaraja. 

(msa/azd)

Skip to content