Sepasang Tuna Netra Asal Panggisari Resmi Mendaftar Nikah di KUA Mandiraja

Banjarnegara (Humas) – Kebahagiaan terpancar dari pasangan tuna netra, Paryono (38) asal Desa Kaliwungu dan Hadinah (55) asal Desa Panggisari, saat keduanya resmi mendaftarkan pernikahan di KUA Kecamatan Mandiraja. Pasangan ini merencanakan akad nikah pada 22 Desember mendatang di Kantor Urusan Agama Mandiraja. (8/12/25) 

Kisah pertemuan keduanya terbilang unik dan menyentuh. Paryono dan Hadinah pertama kali saling mengenal saat mengikuti sebuah reuni kegiatan sosial di Temanggung. Pertemuan singkat tersebut menumbuhkan rasa nyaman dan saling memahami di antara keduanya. Dari komunikasi yang berlanjut, mereka merasakan kecocokan serta niat untuk saling mendampingi dalam menjalani kehidupan.

Paryono mengungkapkan bahwa ia menemukan sosok pendamping yang penuh perhatian dan pengertian dalam diri Hadinah. “Saya butuh teman hidup yang bisa memahami kondisi saya, dan Bu Hadinah itu orangnya sabar serta membuat saya merasa dihargai,” ujarnya.

Sementara itu, Hadinah menyampaikan bahwa Paryono adalah pribadi yang sederhana, hormat, dan mau berusaha. “Saya butuh pasangan yang bisa diajak berjalan bersama, saling mendukung, dan Mas Paryono punya itu,” tutur Hadinah. 

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, memberikan apresiasi atas tekad dan semangat pasangan tersebut. Ia menegaskan bahwa KUA Mandiraja berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. “KUA Mandiraja selalu memastikan akses layanan yang mudah, ramah, serta mendampingi penuh proses administrasi hingga akad. Pelayanan kami harus inklusif dan memanusiakan semua calon pengantin,” jelasnya.

Staf KUA Mandiraja, Imam Khambali, yang mendampingi proses pendaftaran, menyampaikan bahwa seluruh prosedur dilakukan dengan asistensi khusus agar pasangan dapat memahami setiap tahap dengan baik. “Kami membantu mengisi formulir, menjelaskan dokumen, dan memastikan semua persyaratan mereka terpenuhi tanpa hambatan,” ungkapnya.

Pendaftaran nikah pasangan Paryono dan Hadinah ini menjadi bukti bahwa cinta, keteguhan hati, dan dukungan layanan yang inklusif mampu membuka ruang kebahagiaan bagi siapa saja, tanpa memandang keterbatasan.

KUA Mandiraja berharap proses menuju hari bahagia nanti berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. 

(F/M, azd)

Skip to content