Banjarnegara (Humas) – Kebahagiaan terpancar dari wajah para jamaah Majelis Taklim Miftakhul Jannah Desa Beji, saat untuk pertama kalinya mendapatkan bimbingan dan penyuluhan dari Penyuluh Agama Islam. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026) tersebut dihadiri oleh Efatun Vaizah dan Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum.
Majelis Taklim Miftakhul Jannah sendiri telah berdiri sejak tahun 2014 dan secara rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Namun selama lebih dari satu dekade berjalan, kelompok binaan tersebut belum pernah mendapatkan pendampingan langsung dari Penyuluh Agama Islam.
Ketua Majelis Taklim Miftakhul Jannah, Juarti, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran para penyuluh. Menurutnya, selama ini kegiatan pengajian diisi secara bergantian oleh anggota majelis sesuai kemampuan yang dimiliki masing-masing.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Sejak berdiri tahun 2014, baru kali ini majelis kami mendapatkan pembinaan langsung dari Penyuluh Agama Islam. Biasanya pengajian hanya kami isi secara bergantian sesama anggota. Kehadiran penyuluh tentu menambah wawasan dan semangat kami dalam belajar agama,” ungkap Juarti.
Dalam kesempatan tersebut, Sudarno menyampaikan materi tentang pentingnya memanfaatkan waktu luang berdasarkan kandungan Surat Al-‘Asr. Ia menjelaskan bahwa waktu merupakan nikmat yang sangat berharga dan tidak akan pernah kembali apabila telah berlalu. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.
Mengacu pada Surat Al-‘Asr, Sudarno menjelaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang sering kali disibukkan dengan berbagai aktivitas namun kurang memperhatikan kualitas pemanfaatan waktu.
“Waktu adalah modal kehidupan yang diberikan Allah kepada setiap manusia dalam jumlah yang sama. Orang yang mampu memanfaatkannya dengan baik akan memperoleh
keberuntungan, sedangkan mereka yang menyia-nyiakannya akan mengalami kerugian sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-‘Asr,” terang Sudarno di hadapan jamaah.
Sementara itu, Efatun Vaizah menyampaikan apresiasi kepada para jamaah yang tetap istiqamah menjaga keberlangsungan majelis taklim meskipun selama ini berjalan secara mandiri. Menurutnya, semangat belajar agama yang ditunjukkan oleh para anggota menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman keagamaan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para jamaah tampak aktif mengikuti materi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan ini diharapkan Majelis Taklim Miftakhul Jannah semakin berkembang sebagai wadah peningkatan ilmu, keimanan, dan ukhuwah Islamiyah bagi masyarakat Desa Beji.
(ev/azd)







