Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya pembinaan keluarga sakinah sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026), dan diikuti oleh dua pasang calon pengantin asal Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja.
Dua pasangan calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Isnan Sholihul Rizal dengan Anis Linda Ngafiyah, serta Sofi Nur Isnaini dengan Setia Arifin. Kegiatan bimbingan perkawinan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan mental-spiritual kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Bimbingan perkawinan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto. Materi yang disampaikan meliputi hak dan kewajiban suami istri, tujuan pernikahan dalam Islam, komunikasi dalam keluarga, pengelolaan konflik rumah tangga, serta pentingnya membangun ketahanan keluarga yang dilandasi nilai-nilai keagamaan.
Dalam penyampaiannya, Hendriyanto menegaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah jangka panjang yang membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab dari kedua belah pihak. “Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi, komitmen, dan tanggung jawab untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dan saling pengertian dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, banyak persoalan keluarga dapat diselesaikan dengan dialog yang sehat, keterbukaan, dan sikap saling menghargai antara suami dan istri.
Kegiatan bimbingan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Para calon pengantin tampak antusias mengikuti setiap sesi serta aktif mengajukan pertanyaan terkait kehidupan berumah tangga, peran masing-masing pasangan, serta cara menyikapi perbedaan dalam keluarga.
Salah satu calon pengantin, Isnan Sholihul Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan ini sangat membantu dirinya dan pasangan. “Bimbingan perkawinan ini menambah wawasan dan membuka pemahaman kami tentang tanggung jawab dalam pernikahan. Ini menjadi bekal penting sebelum kami membangun rumah tangga,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Setia Arifin, yang merasa kegiatan bimwin memberikan gambaran nyata tentang kehidupan setelah menikah. “Materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif. Kami jadi lebih siap secara mental dan emosional,” ungkapnya.
Melalui kegiatan bimbingan perkawinan ini, KUA Kecamatan Mandiraja berharap para calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan kesiapan yang matang, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan berdaya tahan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, KUA Mandiraja berkomitmen mendukung terwujudnya keluarga berkualitas sebagai pondasi masyarakat yang sejahtera.
(F/M)







