Simulasi ANBK di MI Al Fatah Berjalan Lancar, Siswa Semakin Percaya Diri

Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah sukses melaksanakan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Senin (15/9). Kegiatan ini diikuti oleh 29 siswa kelas V sebagai sampel peserta, didampingi guru pendamping serta tim teknis yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.

Simulasi dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah dan terbagi dalam dua sesi. Sesi 1 dimulai pukul 07.30 WIB, sedangkan sesi 2 berlangsung pukul 09.30 WIB. Setiap sesi berlangsung kurang lebih dua jam, meliputi pengerjaan soal literasi, numerasi, dan survei karakter.

Kepala MI Al Fatah, Durotun Nafisah menegaskan pentingnya simulasi sebagai langkah pemantapan sebelum pelaksanaan resmi ANBK.

“Dengan adanya simulasi, anak-anak tidak hanya mengenal format soal, tetapi juga terbiasa mengoperasikan perangkat komputer. Semoga saat pelaksanaan resmi nanti mereka lebih percaya diri,” jelas Durotun.

Rina Wijianti selaku proktor menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus uji coba kesiapan sarana dan prasarana sekolah.

“Kami mengecek semua perangkat, koneksi internet, dan cadangan listrik agar tidak ada kendala. Alhamdulillah, kedua sesi simulasi berjalan sangat lancar dan anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahap,” ungkap Rina.

Guru pendamping, Wahyu juga menyampaikan bahwa latihan ini memberi gambaran nyata bagi siswa tentang alur pengerjaan soal berbasis komputer.

“Sebelumnya sebagian siswa masih canggung menggunakan komputer. Setelah simulasi, mereka terlihat lebih luwes dan tenang,” katanya.

Para siswa sendiri mengaku senang mengikuti simulasi. Nabila, salah satu peserta, menyebut bahwa soal-soal literasi dan numerasi terasa menantang namun menyenangkan.

“Awalnya saya takut tidak bisa mengoperasikan mouse dan keyboard. Ternyata setelah dicoba, gampang kok,” ucap Nabila sambil tersenyum.

Selain untuk siswa, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi teknis bagi sekolah, mulai dari kecepatan jaringan hingga kesiapan petugas teknis. Pihak sekolah berharap pengalaman ini dapat mengantisipasi kendala yang mungkin muncul saat ANBK resmi pada bulan Oktober mendatang.

Dengan berbagai persiapan yang matang, MI Al Fatah optimis pelaksanaan ANBK dapat berjalan tertib, aman, dan menghasilkan data mutu pendidikan yang akurat, sesuai target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(nas)

Skip to content