Banjarnegara (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara terus berkomitmen memperluas ruang inklusivitas pelayanan dan pembinaan umat. Komitmen ini mewujud nyata dalam sinergi strategis antara Bengkel Hati dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, yang secara resmi menjadikan kompleks majelis taklim setempat sebagai pusat lokalisasi pelatihan kemandirian bagi penyandang disabilitas.
Kerja sama lintas sektoral ini berawal dari langkah proaktif Pimpinan Bengkel Hati melalui surat permohonan nomor 02/MT/BH/I/2026 terkait pengadaan pembekalan keterampilan khusus bagi kelompok disabilitas. Langkah tersebut direspons cepat oleh Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Pertanian Klampok, yang kemudian menerbitkan surat resmi nomor 563 / 609 tertanggal 3 Juni 2026 untuk mengalokasikan satu paket kegiatan pelatihan kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian di lokasi tersebut.
Program yang difokuskan pada Usaha Snack dan Bakery ini dibiayai oleh anggaran DBHCHT Bulan Juni Tahun 2026. Melalui kemitraan ini, fungsi Bengkel Hati yang beralamat di Desa Mandiraja Kulon RT 03 RW 04, Kecamatan Mandiraja, tidak hanya terbatas pada penguatan spiritual dan bimbingan rohani, melainkan menjelma menjadi inkubator kemandirian ekonomi bagi warga berkebutuhan khusus.
Penyuluh Agama Islam Mandiraja, Dian Setiadi, yang turut memantau langsung jalannya proses sosialisasi dan seleksi rekrutmen calon peserta pada hari Senin (8/6/2026), menyatakan rasa bangganya atas model kolaborasi produktif ini.
“Kami mendukung penuh optimalisasi fungsi majelis taklim di bawah binaan kami. Sinergi antara Bengkel Hati dan Disnakertrans ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam beraliran inklusif, di mana tempat mengaji mampu bermitra dengan dinas teknis pemerintah untuk melahirkan solusi konkret bagi ekonomi saudara-saudara kita yang disabilitas,” ungkap Dian Setiadi di sela-sela kegiatan rekrutmen yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut.
Dalam tahapan seleksi kemarin, para pendaftar diverifikasi berdasarkan kriteria teknis seperti syarat usia minimal 18 tahun, mampu membaca-menulis, serta berstatus tidak sedang bekerja atau sekolah. Warga yang datang dengan membawa kelengkapan administrasi seperti KTP, KK, dan gawai Android disaring untuk memperebutkan kuota yang tersedia. Dari proses penyaringan ini, nantinya akan ditetapkan sebanyak 16 (enam belas) orang peserta terpilih yang berhak mengikuti program pelatihan pembuatan kue dan roti secara intensif tanpa dipungut biaya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara memberikan apresiasi tinggi atas keterpaduan program ini. Pihaknya menegaskan bahwa Kemenag Banjarnegara akan mendorong keberhasilan program di Majelis Taklim Bengkel Hati ini sebagai pilot project (percontohan) penguatan ekonomi umat berbasis lembaga keagamaan di wilayah Banjarnegara. Kemenag berharap, integrasi antara pemulihan mental-keagamaan di majelis taklim serta pembekalan keahlian kerja dari Disnakertrans mampu mencetak generasi disabilitas yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing secara ekonomi.

