Sinergi Keagamaan dan Sosial: KUA Pagentan dan PKH Kayuares Padukan Edukasi Keluarga Sakinah dan Kemandirian Ekonomi

Banjarnegara (Humas) – Langkah nyata dalam memperkokoh ketahanan keluarga terus digalakkan hingga tingkat desa. Pada Senin (24/8/2026), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan berkolaborasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggelar penyuluhan edukatif bagi Kelompok PKH Desa Kayuares.

Mengangkat tema “Menganyam Fondasi Sakinah, Melangkah Menuju Ekonomi Mandiri: Sinergi Spiritual dan Sosial KPM Kayuares”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif. Warga tidak hanya diajak memperdalam nilai-nilai keagamaan dalam rumah tangga, tetapi juga didorong untuk bijak mengelola potensi ekonomi keluarga agar mampu lepas dari jerat kemiskinan.

Penyuluh KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa ketahanan sebuah keluarga sangat bergantung pada keselarasan antara spiritualitas dan keharmonisan komunikasi internal.

“Keluarga yang tangguh tidak hanya diukur dari aspek kecukupan materi, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai agama menjadi fondasi dalam mengarungi dinamika kehidupan. Melalui pertemuan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa bantuan sosial dari pemerintah harus dijadikan batu loncatan untuk membangun kemandirian, moralitas anak, serta keharmonisan rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai islami,” tegas Alfiana Nurhidayah di hadapan puluhan ibu-ibu KPM Desa Kayuares.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai pola pengasuhan anak di era digital serta strategi pengelolaan keuangan rumah tangga agar tidak terjebak pinjaman ilegal.

Pendamping PKH Desa Kayuares, Niken Saraswati, yang turut mendampingi jalannya acara, menyambut baik sinergi lintas sektor ini. Menurutnya, pendekatan keagamaan sangat efektif untuk menyentuh kesadaran mendasar para penerima manfaat.

“Kolaborasi bersama Penyuluh KUA Pagentan memberikan ruang edukasi yang jauh lebih utuh bagi para KPM. Pendampingan PKH tentu tidak cukup hanya fokus pada aspek pencairan bantuan atau administrasi program, melainkan juga pembenahan karakter dan pola pikir. Kehadiran Ibu Alfiana memberikan motivasi spiritual yang sangat dibutuhkan warga agar makin optimis dan mandiri,” ujar Niken Saraswati.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, KUA Pagentan dan tim PKH Kayuares berharap sinergi berkelanjutan tersebut dapat mempercepat hadirnya keluarga-keluarga penerima manfaat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan mental yang kokoh.

(an/azd)