Sinergi Penyuluh Agama Islam dan Baznas Banjarnegara Optimalkan Zakat Melalui UPZ Desa

Banjarnegara (Humas) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perwakilan Penyuluh Agama Islam pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran Penyuluh dalam Menyukseskan UPZ Desa” tersebut berlangsung khidmat di Aula Baznas Kabupaten Banjarnegara dan dihadiri oleh 20 orang wakil penyuluh agama Islam yang mewakili 20 kecamatan di wilayah Banjarnegara.

Rakor ini berfokus pada penguatan tata kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa yang sebagian besar telah resmi dibentuk. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan dua target utama dapat tercapai secara maksimal, yakni sukses pelaksanaan dalam penghimpunan zakat serta sukses dalam pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Pengurus Baznas Kabupaten Banjarnegara, Suhardi Ahmad, menegaskan pentingnya kolaborasi mendalam dengan para penyuluh di lapangan. Menurutnya, potensi zakat di kawasan pedesaan sangat besar, terutama dari sektor agraris.

“Penyuluh agama Islam memiliki peran strategis untuk mengawal dan memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai zakat maal, khususnya yang berasal dari hasil pertanian dan perkebunan. Edukasi ini penting agar kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakatnya semakin meningkat,” ujar Suhardi Ahmad di sela-sela kegiatan.

Semangat optimisme juga disampaikan oleh para peserta rakor yang hadir. M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Pagentan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, membagikan capaian positif dari wilayah tugasnya.

“Alhamdulillah, sebanyak 16 desa yang ada di Kecamatan Pagentan saat ini sudah terbentuk UPZ Desa secara lengkap. Kami siap mengawal jalannya pengelolaan zakat ini agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap M. Syaiful Abidin.

Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara Baznas dan para penyuluh agama Islam semakin solid. Keberadaan UPZ Desa yang dikelola secara profesional dan transparan diyakini mampu mendorong percepatan penanganan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan umat di Kabupaten Banjarnegara. 

(msa/azd)