Penyuluh Agama KUA Pagentan Gelar Bimbingan Penyuluhan: “Menjadi Orang Tua yang Menyelamatkan, Bukan Menyesatkan”

Banjarnegara (Humas) – Upaya memperkuat peran dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak terus dilakukan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan penyuluhan yang berlangsung di Majelis Taklim (MT) Bara’imul Amal Majasari pada Kamis (24/9/2026).

Bertempat di salah satu ruang kelas Kelompok Bermain (KB) Tunas Harapan Majasari, kegiatan ini diikuti oleh 24 orang jemaah yang seluruhnya merupakan para wali siswa KB Tunas Harapan Majasari. Suasana penyuluhan berlangsung secara interaktif dan penuh kekhusyukan saat mengupas tema utama, yaitu “Menjadi Orang Tua yang Menyelamatkan, Bukan Menyesatkan”.

Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menekankan betapa pentingnya pola asuh yang berlandaskan nilai-nilai agama di era digital saat ini. Menurutnya, peran orang tua tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik anak, melainkan juga membentengi moral dan spiritual mereka.

“Sebagai orang tua, kita memegang amanah besar dari Allah SWT. Jangan sampai sikap, kesibukan, atau kelalaian kita dalam memberikan teladan justru menyesatkan masa depan anak-anak. Kita harus menjadi garda terdepan yang menyelamatkan aqidah, akhlak, dan tumbuh kembang mereka agar menjadi generasi yang soleh serta berguna bagi agama dan bangsa,” tegas Syaiful di hadapan para jemaah.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak penyelenggara dan sekolah. Ketua MT Bara’imul Amal Majasari yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KB Tunas Harapan Majasari, Subekti, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran serta materi berharga yang disampaikan oleh pihak KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh Bapak Syaiful Abidin. Materi ini menjadi pengingat sekaligus bekal yang sangat berharga bagi para wali murid kami. Sinergi antara lembaga pendidikan PAUD dan penyuluh agama seperti ini sangat dibutuhkan agar keselarasan pendidikan di sekolah dan pengasuhan di rumah dapat terwujud dengan baik,” ujar Subekti.

Melalui bimbingan penyuluhan ini, diharapkan para wali siswa KB Tunas Harapan Majasari makin bijak dan berkomitmen dalam menjalankan peran pengasuhan di rumah, sehingga mampu membimbing anak-anak mereka menuju keselamatan dunia dan akhirat. 

(msa/azd)