Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan dan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pagentan menorehkan sejarah sinergi perdana mereka melalui sebuah agenda bimbingan penyuluhan yang berfokus pada perlindungan anak. Kegiatan yang bertempat di Gedung TPQ Dukuh Kemiri, Desa Kalitlaga, ini dihadiri oleh 20 orang peserta yang merupakan penerima manfaat PKH.
Acara yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025) ini mengusung tema penting: “Upaya Pencegahan Kekerasan dan Perilaku Salah pada Anak.” Penyuluhan ini disampaikan langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, yang berkomitmen untuk menguatkan ketahanan keluarga dari aspek moral dan agama.
Dalam materinya, Syaiful Abidin menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi anak-anak. Ia mengingatkan para peserta tentang kedudukan anak dalam pandangan Islam dan kemanusiaan.
“Anak adalah amanah (titipan) Allah SWT yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Mereka adalah permata hati yang dititipkan kepada kita, bukan objek pelampiasan emosi atau kekerasan,” tegas Syaiful Abidin. Ia juga mengajak para orang tua untuk mendidik dengan kelembutan, keteladanan, dan komunikasi yang efektif, serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi melukai fisik maupun psikis anak.
Sinergi antara KUA dan PKH ini dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya pengentasan masalah sosial secara holistik. PKH, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, kini didukung oleh KUA dalam penguatan mental, spiritual, dan etika keluarga.
Gatot Aribowo, Pendamping PKH Desa Kalitlaga, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terlaksananya penyuluhan ini. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan dibutuhkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Kami sangat mengapresiasi penyuluhan yang diberikan dari KUA Pagentan. Materi ini sangat penting sebagai bekal tambahan bagi KPM kami. Kami berharap, selain peningkatan ekonomi, keluarga penerima manfaat juga semakin kuat pondasi agamanya, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih baik dan terhindar dari perilaku kekerasan,” ungkap Gatot Aribowo.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara KUA Pagentan dan PKH Kecamatan Pagentan dalam memberikan bimbingan dan pendampingan keluarga, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin, serta memastikan hak-hak anak terpenuhi dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan.
(msa/ azd)







