Sinergi Program Sosial dan Spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Banjarnegara Bekali Kelompok PKH Pemahaman Rezeki Halal

Banjarnegara (Humas) – Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor ekonomi, tetapi juga membutuhkan sentuhan spiritual agar masyarakat memiliki mentalitas yang tangguh. Menyadari hal tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, menggelar kajian intensif bagi kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) bersama pendamping PKH, Citra Aristy Yusliani, di Kelurahan Krandegan, Rabu (6/5).

Sinergi antara program jaminan sosial dan penguatan spiritual ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep rezeki halal dan thayyib (baik). Dalam paparannya, Penyuluh Agama Islam KUA Banjarnegara menekankan bahwa besarnya nominal bantuan atau penghasilan bukanlah penentu utama kebahagiaan, melainkan sejauh mana keberkahan itu hadir dalam keluarga.

“Rezeki yang sedikit namun halal akan membawa ketenangan dan memicu kreativitas untuk mandiri. Sebaliknya, harta yang tidak jelas asal-usulnya hanya akan mendatangkan kegelisahan,” ujar penyuluh di hadapan ibu-ibu KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Kajian ini tidak hanya berisi teks agama secara teoretis, tetapi juga dihubungkan dengan realita harian. Peserta diajak berdialog mengenai pentingnya menghindari praktik riba dan penipuan dalam berdagang kecil-kecilan. Penyuluh menekankan bahwa kejujuran adalah modal utama bagi mereka yang ingin merintis usaha agar bisa segera “graduasi” atau mandiri dari bantuan pemerintah.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Banyak dari anggota PKH yang mengaku lebih termotivasi untuk mengelola bantuan modal usaha dengan cara-cara yang sesuai syariat.

“Pendampingan spiritual seperti ini sangat efektif untuk mencegah mentalitas ketergantungan. Dengan memahami konsep rezeki, masyarakat diharapkan lebih bersyukur dan bekerja keras demi masa depan yang lebih baik,”tutur pendamping PKH.

Melalui sinergi ini, diharapkan bantuan PKH tidak hanya menjadi penambal kebutuhan pangan, tetapi menjadi batu loncatan menuju keluarga yang sejahtera lahir maupun batin.

Skip to content