Siswa Kelas 5C MIFABARA Lanjutkan Proyek Pembuatan Pupuk Kompos dari Daun Kering

Banjarnegara – Setelah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Banjarnegara tentang pembuatan pupuk kompos dari bahan alami, siswa kelas 5C MIFABARA mulai melakukan tindak lanjut nyata dengan praktik langsung di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan di depan kelas 5C pada Senin, 10/11.

Proyek ini berawal dari semangat siswa untuk memanfaatkan sampah daun yang banyak berserakan di halaman madrasah. Dengan arahan wali kelas dan dukungan dari pihak madrasah, anak-anak mengumpulkan daun-daun kering ke dalam kantong besar yang disiapkan. Setiap hari, mereka bergiliran menyiram daun tersebut menggunakan cairan fermentasi yang telah dibuat secara mandiri dan didiamkan selama satu minggu. Cairan ini berfungsi mempercepat proses pembusukan daun hingga akhirnya menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanah.

“Meski cairan tersebut baunya sangat menyengat, tapi saya senang dan penasaran ingin melihat hasil akhir pupuk kompos yang sedang dibuat,” ujar Nami, salah satu siswa kelas 5C, sambil menutup hidung dan tersenyum. Menurutnya, pengalaman ini sangat menarik karena bisa melihat secara langsung bagaimana sampah daun dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan.

`“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah organik bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengolah daun di sekitar kita menjadi pupuk alami,” ungkap Rina

Sementara itu, Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa dan guru yang telah menjalankan proyek ini dengan penuh semangat. “Kegiatan seperti ini selaras dengan visi madrasah kami, yaitu membentuk generasi peduli lingkungan, kreatif, dan berkarakter. Kami berharap hasil kompos buatan anak-anak bisa digunakan untuk merawat taman madrasah sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tuturnya.

Salah satu orang tua siswa, juga turut memberikan tanggapan positif. “Anak saya jadi lebih peduli terhadap kebersihan rumah. Ia sering mengingatkan kami untuk tidak membakar daun, tapi dikumpulkan saja untuk dibuat pupuk seperti di madrasah,” ujarnya bangga.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, MIFABARA terus berupaya menanamkan nilai peduli lingkungan dalam setiap proses pembelajaran, agar siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai bumi dan menjaga kelestarian alam.(rin/nas)

Skip to content