Siswa Kelas VI MIFABARA Tanam Apotik Hidup, Kenalkan Manfaat Tanaman Sejak Dini

Banjarnegara – Siswa kelas VI MI Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) melaksanakan kegiatan menanam apotik hidup di kebun madrasah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga mengenalkan manfaat tanaman herbal bagi kesehatan sejak dini.(10/4)

Dengan penuh semangat, para siswa menanam berbagai jenis tanaman seperti kunyit, jahe, lidah buaya, kemangi, dan daun kelor. Pemilihan tanaman tersebut bukan tanpa alasan. Selain mudah ditanam dan dirawat, tanaman-tanaman ini juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari serta memiliki banyak khasiat.

Guru pendamping menjelaskan bahwa kunyit dan jahe dipilih karena dikenal sebagai tanaman rimpang yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu meredakan masuk angin dan gangguan pencernaan. “Anak-anak jadi tahu bahwa bahan dapur yang sering mereka lihat ternyata punya manfaat kesehatan yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, lidah buaya dipilih karena memiliki manfaat untuk kesehatan kulit dan rambut, serta mudah tumbuh di berbagai kondisi. Kemangi juga ditanam karena selain sering digunakan sebagai lalapan, tanaman ini memiliki manfaat sebagai antibakteri alami dan membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Adapun daun kelor menjadi salah satu tanaman unggulan yang dikenalkan kepada siswa. Tanaman ini dikenal kaya akan nutrisi, seperti vitamin dan mineral, serta bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. “Kami ingin siswa mengenal bahwa daun kelor yang sederhana ternyata memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi,” tambah guru tersebut.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap proses, mulai dari menyiapkan lahan hingga menyiram tanaman. Salah satu siswa mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru. “Sekarang saya jadi tahu manfaat tanaman-tanaman ini. Nanti bisa coba tanam di rumah juga,” ungkapnya.

Kepala MI Al Fatah Banjarnegara mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dalam pembelajaran. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kesehatan dengan memanfaatkan tanaman alami di sekitar kita,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu menerapkan pola hidup sehat dengan memanfaatkan apotik hidup, baik di madrasah maupun di rumah.(nas)

Skip to content