Siswi Kelas 5D MIFABARA Tanamkan Nilai Kemanusiaan Melalui Aksi Peduli Bencana Longsor di Situkung Pandanarum Banjarnegara

Banjarnegara – Dalam rangka mengamalkan sila kedua Pancasila, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, seperti halnya kelas lainnya di MIFABARA, siswi kelas 5D pun turut menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap korban bencana longsor yang terjadi di Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, para siswa belajar langsung tentang empati, solidaritas, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama beberapa hari, siswa diajak berdiskusi mengenai kondisi saudara-saudara yang terdampak bencana. Dari pembahasan tersebut, lahirlah inisiatif untuk melakukan penggalangan donasi. Setiap siswa dengan tulus menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu korban. Selain uang, mereka juga menyumbangkan barang-barang yang dibutuhkan, seperti alat mandi, makanan, pakaian layak pakai, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Wali kelas 5D, Nani, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme siswa.

“Anak-anak mengumpulkan donasi dengan penuh kesadaran. Mereka datang membawa apa yang mereka mampu, dan semuanya dilakukan dengan ikhlas. Ini benar-benar latihan karakter yang sangat berharga,” ujarnya.

Setelah dikumpulkan, seluruh donasi diserahkan kepada panitia MIFABARA untuk direkap dan dikemas dengan rapi. Selanjutnya, donasi tersebut tidak langsung dikirimkan ke lokasi bencana, melainkan disalurkan melalui KKMI Kemenag Banjarnegara agar pendistribusiannya lebih terkoordinasi dan tepat sasaran. Hal ini sesuai dengan arahan madrasah dan lembaga terkait agar bantuan dapat diterima oleh para korban yang benar-benar membutuhkan.

Kepala madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh siswa dan guru kelas 5D.

“Aksi ini adalah bentuk implementasi Pancasila yang kami harapkan tumbuh dalam diri siswa. Kepedulian tidak harus menunggu dewasa. Dari membantu dengan uang saku atau barang sederhana, mereka sudah belajar nilai kemanusiaan yang sejati,” tuturnya.

Para siswi pun merasa bahagia karena bisa berkontribusi, meskipun dengan hal kecil. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para warga Situkung yang sedang menghadapi masa sulit akibat longsor.

Melalui kegiatan ini, MIFABARA menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan hanya teori yang disampaikan di kelas, tetapi juga tindakan nyata yang memberikan pengalaman berharga bagi siswa dan siswi.(nas)

Skip to content