Banjarnegara (Humas) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada Senin (22/9). Kegiatan berlangsung di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banjarnegara dan diikuti oleh perwakilan kepala sekolah serta ketua SSK dari SMP/MTs se-Kabupaten Banjarnegara, termasuk MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa).
Acara ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya sekolah sebagai wahana pembelajaran kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, dan pembangunan keluarga dalam rangka mendukung visi Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur.
Hadir sebagai narasumber Masfufatun Juni–Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Advokasi Dispermades PPKB, serta Ari Budi Waluyani, Guru SMA Karangkobar sekaligus Ketua SSK di sekolahnya yang berbagi praktik baik implementasi SSK.
Dalam pemaparannya, Masfufatun Juni menegaskan bahwa pembentukan SSK sangat penting mengingat berbagai tantangan kependudukan yang dihadapi Indonesia.
“Kita sedang berada pada masa bonus demografi yang menjadi peluang sekaligus tantangan. Jika tidak dikelola dengan baik, tingginya laju pertumbuhan penduduk, rendahnya kesadaran kesehatan, hingga masalah pernikahan dini dan penyalahgunaan NAPZA dapat menghambat pencapaian target pembangunan,” jelasnya.
Ia juga mengajak sekolah untuk menjadi agen perubahan dengan menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa tentang pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, dan partisipasi aktif dalam pembangunan.
Sementara itu, Ari Budi Waluyani berbagi pengalaman sukses implementasi SSK di SMA Karangkobar.
“Kuncinya adalah keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa. Kami membentuk pojok kependudukan, mengintegrasikan materi dalam pembelajaran, dan mengadakan kegiatan kreatif seperti lomba poster dan diskusi remaja,” ungkap Ari.
MTs Negeri 1 Banjarnegara yang hadir melalui Kepala Madrasah H. Yatiman dan Ketua SSK Hj. Asih Wijayanti menyatakan siap mendukung program ini.
H. Yatiman menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan.
“Madtsansa siap menjadi madrasah percontohan dalam pembentukan karakter generasi berencana. Melalui SSK, kami ingin siswa memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan perencanaan masa depan yang matang,” ujarnya.
Ketua SSK MTsN 1 Banjarnegara Hj. Asih Wijayanti menambahkan bahwa pihaknya akan segera menyusun program kerja.
“Kami akan memulai dengan membentuk tim pelaksana, merancang program sosialisasi internal, dan membuat sudut literasi kependudukan di madrasah agar siswa bisa belajar secara mandiri,” jelasnya.
Senada dengan itu, Guru BK Ardian Apriliana menyebutkan bahwa peran guru BK sangat penting dalam mengawal siswa menghadapi masa remaja.
“Kami siap mendampingi siswa agar mampu mengambil keputusan yang bijak, menjauhi pergaulan bebas, serta terhindar dari pernikahan dini dan penyalahgunaan NAPZA,” tegas Ardian.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berjalan lancar dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak materi dan berdiskusi dengan narasumber. Harapannya, melalui pembentukan SSK di sekolah-sekolah, akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter sehingga mampu memanfaatkan bonus demografi untuk kesejahteraan bangsa.
Dengan semangat ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen mendukung penuh program pemerintah dan siap menjadi bagian dari sekolah yang peduli kependudukan demi tercapainya Generasi Emas 2045. (Lin/La)







