SSK Goes To Class, Kader SSK Edukasi Anti Bullying di Kelas 8A

Banjarnegara — Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik, kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melaksanakan kegiatan SSK Goes To Class pada Rabu (28/1). Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu kelas, yakni kelas 8A, dan berlangsung pada jam istirahat sekolah. Meski dilaksanakan di sela waktu istirahat, kegiatan ini tetap diikuti siswa dengan antusias dan penuh perhatian.

SSK Goes To Class merupakan program kader SSK yang bertujuan untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa di dalam kelas mengenai isu-isu remaja, salah satunya tentang pencegahan dan penanganan bullying. Pada kesempatan kali ini, materi edukasi dan sharing anti bullying disampaikan oleh dua kader SSK, yaitu Zaura dan Rafi, dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa.

Dalam penyampaian materinya, Zaura menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, baik secara fisik, verbal, maupun nonverbal, termasuk bullying melalui media sosial. Ia juga menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan antar teman dan menumbuhkan empati sebagai kunci utama mencegah terjadinya perundungan.

“Bullying itu tidak selalu berupa kekerasan fisik. Mengejek, mengucilkan, atau menyebarkan rumor juga termasuk bullying dan dampaknya bisa sangat besar bagi korban,” jelas Zaura di hadapan siswa kelas 8A.

Sementara itu, Rafi menambahkan materi tentang dampak negatif bullying, baik bagi korban maupun pelaku. Ia mengajak siswa untuk berani bersikap dan tidak diam ketika melihat atau mengalami perundungan. Menurutnya, keberanian untuk melapor dan saling mendukung antar teman sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

“Kalau kita melihat bullying, jangan takut untuk menolong atau melaporkan kepada guru. Diam saja justru membuat bullying terus terjadi,” ujar Rafi saat sesi sharing.

Koordinator Kader SSK, Agustina Dewi Merdekawati, menyampaikan bahwa kegiatan SSK Goes To Class merupakan salah satu program rutin kader SSK yang dirancang agar edukasi dapat menjangkau siswa secara lebih dekat dan efektif. Dengan masuk langsung ke kelas, pesan-pesan penting terkait isu remaja dapat disampaikan secara lebih personal.

“Melalui SSK Goes To Class, kami ingin kader SSK menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Edukasi anti bullying ini penting agar siswa memiliki kesadaran sejak dini untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” ungkap Agustina.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada satu kelas saja, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di kelas-kelas lainnya agar pesan anti bullying dapat tersampaikan secara merata kepada seluruh siswa.

Salah satu kader SSK yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi kader untuk belajar berbicara di depan umum dan berinteraksi langsung dengan siswa lain. Selain itu, kader juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga iklim sekolah yang positif.

“Kami ingin teman-teman merasa aman di sekolah. Dengan saling mengingatkan dan berbagi, kami berharap tidak ada lagi bullying di lingkungan kita,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 8A, Achmad Dika, mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan SSK Goes To Class. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan membuka wawasan tentang dampak bullying yang selama ini sering dianggap sepele.

“Kegiatannya seru dan tidak membosankan. Saya jadi lebih paham kalau bullying itu bisa menyakiti perasaan teman dan dampaknya panjang. Setelah ini saya ingin lebih menjaga sikap ke teman-teman,” tutur Achmad Dika.

Melalui kegiatan SSK Goes To Class ini, diharapkan kesadaran siswa tentang pentingnya anti bullying semakin meningkat. Sekolah pun berharap seluruh warga madrasah dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. (Lin)

Skip to content