Banjarnegara (Humas) – Sebanyak empat staf Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, yakni Mariyah, Suswati, Istiqomah, dan Imam Hambali, mengikuti kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) Jabatan yang diselenggarakan oleh Bimas Islam pada hari Kamis (28/8). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan antusias di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA terkait peran strategis masing-masing jabatan dalam menunjang pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimas Islam Slamet Wahyudi yang dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme ASN dalam melayani masyarakat. “Tugas ASN, terutama di KUA, bukan hanya administratif, tetapi juga membawa misi pelayanan umat yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” tegasnya.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Zain yang mengulas secara mendalam mengenai analisis jabatan. Ia menjelaskan bagaimana ASN dapat memahami tugas pokok dan fungsinya secara rinci agar tidak terjadi tumpang tindih atau kekosongan tugas. “Analisis jabatan adalah fondasi dari kinerja yang terarah. Tanpa pemahaman ini, sulit untuk mengukur efektivitas dan efisiensi kerja,” ujar Zain.
Sesi terakhir disampaikan oleh Bapak Heri Purnomo Adi yang membagikan strategi dan kiat sukses ASN dalam menjalankan perannya. Ia mendorong peserta untuk terus meningkatkan kompetensi diri melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan. “ASN yang sukses adalah mereka yang adaptif, kompeten, dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi,” ungkap Heri dengan penuh semangat.
Keempat peserta dari KUA Mandiraja mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan ini. Mereka berharap materi yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan di tempat tugas masing-masing untuk meningkatkan kualitas pelayanan. (ds)







