Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama Rakit, Fatma Kurnianingsih menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui pendampingan mustahik zakat produktif. Bertempat di Balai Nikah KUA Rakit Rabu (27/8), kegiatan ini menjadi bagian dari rapat koordinasi yang mengusung tema penting Memenuhi Kebutuhan dan Mengelola Keuangan Keluarga.
Acara yang dihadiri oleh lima orang mustahik zakat produktif Baznas Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 ini bertujuan untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membekali para penerima dengan motivasi dan pengetahuan praktis. Dalam sambutannya, Fatma Kurnianingsih menekankan pentingnya semangat berusaha dan optimisme. Beliau mengajak para mustahik untuk melihat bantuan zakat ini sebagai modal awal untuk bangkit dan mengembangkan usaha mereka.
“Zakat produktif ini adalah amanah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadikan ini sebagai pemicu untuk bekerja lebih keras, mengelola keuangan dengan bijak, dan mengembangkan potensi diri,” tegasnya. Beliau juga menambahkan “Semoga dari kelompok ini akan lahir muzaki-muzaki baru yang bisa membantu sesama” tambahnya
Pendampingan ini dirancang untuk menciptakan efek domino yang positif. Dengan adanya bimbingan dan motivasi, diharapkan para mustahik tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencapai kemandirian ekonomi. Tujuan akhirnya adalah agar mereka dapat naik kelas dari status mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan. Perubahan status ini tidak hanya menandai keberhasilan ekonomi, tetapi juga mencerminkan terwujudnya tujuan utama dari zakat, yaitu mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan yang merata.
Kegiatan rakor ini merupakan langkah konkret KUA Rakit dalam bersinergi dengan Baznas untuk memastikan bahwa penyaluran zakat tidak berhenti pada pemberian dana, tetapi juga diiringi dengan pendampingan yang berkelanjutan. Diharapkan, lima mustahik yang didampingi hari ini akan menjadi contoh sukses bagi masyarakat lain, membuktikan bahwa dengan semangat, usaha, dan bimbingan yang tepat, kemandirian ekonomi bukanlah sekadar mimpi, melainkan target yang bisa dicapai. (ars)
