Story Telling dan Permainan Edukatif Warnai MATAMUDA MIFABARA, Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

Banjarnegara – Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai karakter yang menjadi budaya madrasah. Melalui metode story telling, permainan edukatif (ice breaking), serta pembiasaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), peserta didik diajak mengenal nilai-nilai luhur yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.(18/7)

Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan oleh Nila, guru MIFABARA. Dengan metode story telling, murid-murid diajak menyimak kisah-kisah inspiratif yang sarat akan pesan moral, seperti pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru. Penyampaian materi melalui cerita membuat peserta didik lebih mudah memahami makna karakter dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Suasana semakin hidup ketika guru mengajak seluruh murid mengikuti berbagai permainan edukatif. Gelak tawa dan sorak semangat memenuhi ruang kegiatan saat murid berpartisipasi dalam permainan yang dirancang untuk melatih konsentrasi, kekompakan, komunikasi, keberanian, serta rasa percaya diri. Selain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga membantu peserta didik baru beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, guru juga mengenalkan pembiasaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi salah satu ciri pembelajaran di MIFABARA. Nilai-nilai KBC diterapkan melalui pembiasaan sederhana, seperti mengucapkan salam, senyum, sapa, dan salim kepada guru, menjaga kebersihan lingkungan, menghargai perbedaan, membangun kepedulian terhadap sesama, serta membiasakan sikap santun dalam bertutur kata dan bertindak.

Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa pendidikan karakter harus diberikan sejak hari pertama peserta didik memasuki madrasah. Menurut beliau, pembentukan karakter akan lebih efektif apabila disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan, sehingga nilai-nilai kebaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“MATAMUDA bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan proses awal menanamkan budaya madrasah. Kami ingin setiap peserta didik mengenal MIFABARA sebagai tempat yang menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, membangun akhlakul karimah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan,” ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, MIFABARA berharap seluruh murid mampu mengawali perjalanan belajarnya dengan semangat baru, karakter yang kuat, serta kecintaan terhadap budaya madrasah. Dengan mengintegrasikan pembiasaan KBC, MATAMUDA menjadi pengalaman yang bermakna (nas)

Skip to content