Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka membekali pelajar perempuan menjelang ujian akhir, Tim Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalibening yang terdiri dari Laeli Maria Ulfah, Yulfiani, Susmiyati, dan Ari Nurhidayah memberikan pembinaan keputrian di SMA Muhammadiyah Kalibening pada Jumat (7/11/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 85 siswi ini mengangkat tema “Sukses Menghadapi Ujian dengan Jalur Langit dan Jalur Bumi.” Melalui tema tersebut, para penyuluh ingin menanamkan nilai keseimbangan antara usaha lahiriah dan spiritualsebagai kunci menuju keberhasilan sejati.
Dalam pemaparannya, Laeli Maria Ulfah menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh doa dan keikhlasan. “Jalur bumi berarti belajar dengan tekun, mempersiapkan diri dengan baik, dan menjaga disiplin. Sedangkan jalur langit berarti berdoa, memohon pertolongan Allah, dan berprasangka baik kepada-Nya. Jika keduanya berjalan seimbang, insyaallah keberhasilan akan menyertai,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Yulfiani mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran selama proses ujian sebagai bentuk tanggung jawab dan integritas diri. “Nilai yang tinggi tidak akan bermakna tanpa kejujuran. Jangan hanya mengandalkan hafalan, tapi latih juga hati untuk ikhlas dan jujur. Itu kunci keberkahan ilmu,” ujarnya disambut anggukan para peserta.
Susmiyati turut menekankan bahwa dukungan orang tua dan guru menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan. “Sebelum ujian, mintalah doa restu dari orang tua dan guru. Restu mereka adalah pintu keberhasilan. Jangan pernah lupa berterima kasih atas jasa mereka,” pesannya lembut namun penuh makna.
Sementara Ari Nurhidayah mengajak para siswi untuk menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan ibadah menjelang ujian. “Persiapkan diri secara lahir dan batin. Tidur cukup, makan bergizi, belajar dengan teratur, dan jangan tinggalkan salat. Semua itu adalah bentuk ikhtiar agar hasil ujian menjadi maksimal dan berkah,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan inspiratif. Para siswi terlihat antusias mendengarkan materi, bahkan beberapa di antaranya aktif bertanya tentang cara mengatasi rasa cemas menjelang ujian.
Acara diakhiri dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu penyuluh, memohon kepada Allah Swt., agar seluruh peserta diberi kelancaran, ketenangan, dan kesuksesan dalam menghadapi ujian, serta menjadi generasi perempuan yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, KUA Kalibening kembali menunjukkan perannya dalam mendampingi remaja perempuan untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berilmu, dan berkarakter Islami.
(wha/ azd)







