Banjarnegara – Meski diguyur hujan sejak pagi, kegiatan Super Camp MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) tetap berlangsung seru dan penuh semangat. Kegiatan yang digelar mulai Jumat hingga Sabtu (31 Oktober–1 November 2025) ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6. Salah satu kegiatan menarik dalam Super Camp tahun ini adalah pelatihan life skill memasak, di mana seluruh peserta harus memasak makanan mereka sendiri.
Suasana perkemahan tampak ramai ketika setiap kelompok mulai menyiapkan bahan masakan pada hari pertama. Menu yang dipilih sederhana namun menantang untuk anak-anak, yaitu mi instan dengan lauk telur goreng. Para siswa diberi kebebasan untuk mengkreasikan masakan sesuai selera masing-masing. “Menunya sederhana supaya anak bisa latihan memasak. Kami pilih menu yang mereka suka, supaya semangat dan menikmati prosesnya,” ujar Suliyastuti, Wakil Ketua Panitia Super Camp.
Salah satu peserta, Erlan, siswa kelas 5B, tampil percaya diri menjadi koki pertama di kelompok 5. Dengan bahan sederhana, ia mengolah mie menjadi mi nyemek, menyesuaikan dengan suasana hujan yang melanda area perkemahan. “Mi-nya dibuat mie nyemek, lebih pas dimakan saat hujan,” katanya sambil tersenyum. Hasil masakan Erlan mendapat apresiasi dari teman-temannya dan pendamping kelompok, Bu Rini, yang turut mencicipi hasil karya mereka. “Anak-anak ternyata sudah punya dasar kemampuan memasak, hasilnya enak dan tampilannya menarik,” ujar Bu Rini bangga.
Tak hanya di siang hari, malam harinya panitia juga menyiapkan kegiatan bakar-bakar barbeque sederhana. Setiap kelompok membakar sosis, dumpling di sekitar api unggun. Suasana hangat dan penuh canda tawa menyelimuti malam Super Camp. Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan yang mempererat hubungan antar siswa, guru, dan pendamping.
Pada hari kedua, panitia menyiapkan bahan yang lebih beragam, yakni kangkung dan ayam. Dari bahan itu, sebagian besar kelompok memilih untuk membuat ayam kecap karena dianggap paling mudah dan disukai anak-anak. Meski sederhana, suasana dapur darurat di area perkemahan terasa penuh tawa dan keakraban.
Kegiatan memasak ini tidak hanya melatih keterampilan dasar anak-anak dalam hal kemandirian dan tanggung jawab, tetapi juga memperkuat kerjasama tim antaranggota kelompok. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa memasak itu menyenangkan, dan hasilnya lebih nikmat saat dimakan bersama,” tambah Suliyastuti.
Super Camp MIMUB 2025 pun menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Di tengah udara dingin dan rintik hujan, aroma masakan buatan siswa menjadi saksi betapa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. (rs)







