Banjarnegara (Humas) — Memasuki bulan Syawal yang identik dengan semangat baru pasca Ramadan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien di Puskesmas Karangkobar, Selasa (7/4/2026).
Penyuluh Agama Islam, Duwi Rohmah, menyampaikan bahwa Bimrohis merupakan bagian dari ikhtiar memberikan pendampingan spiritual bagi pasien.
“Kegiatan Bimrohis ini bertujuan untuk menghadirkan ketenangan hati, menguatkan iman, serta menumbuhkan harapan bagi pasien agar tetap sabar dan optimis dalam menjalani ujian sakit,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan keagamaan untuk menghadirkan ketenangan batin dan penguatan iman bagi pasien yang tengah menjalani perawatan. Melalui doa bersama dan tausiyah singkat, para pasien diajak untuk tetap kuat, sabar, dan tidak berputus asa dalam menghadapi ujian sakit.
Suasana hangat terasa saat para penyuluh menyapa pasien satu per satu, memberikan motivasi agar senantiasa berprasangka baik kepada Allah serta terus berikhtiar menuju kesembuhan.
Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Amat Zuhri, menyampaikan bahwa sakit merupakan ujian yang menyimpan hikmah besar bagi seorang hamba.
“Setiap rasa sakit tidaklah sia-sia. Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa sekaligus pengangkat derajat bagi hamba-Nya yang bersabar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya ikhtiar lahir dan batin yang berjalan seimbang. “Sebagai manusia, kita harus berusaha dengan berobat dan juga berdoa kepada Allah. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa dalam kondisi sakit, ibadah tetap dapat dilaksanakan sesuai kemampuan. “Sholat tetap bisa dilakukan, baik dengan duduk maupun berbaring. Yang terpenting adalah menjaga hubungan dengan Allah,” jelasnya.
Senada dengan itu, Adib menuturkan bahwa nilai-nilai Ramadan hendaknya tetap terjaga meskipun telah memasuki bulan Syawal.
“Semangat memperbanyak doa, dzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah harus terus dilanjutkan. Dalam kondisi apa pun, itu menjadi kekuatan bagi hati kita,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Duwi Rohmah juga berkunjung ke ruang perawatan ibu hamil dan ibu nifas. Ia mengajak para ibu untuk terus memperbanyak doa.
“Doa adalah kekuatan, terlebih bagi ibu hamil yang doanya sangat mustajab. Semoga anak yang dikandung kelak menjadi anak yang saleh dan salehah,” ungkapnya.
Kepada ibu nifas, ia berpesan agar tetap semangat dalam merawat dan menyusui buah hati serta mendoakan masa depan anak-anak mereka.
Selain memberikan motivasi, para penyuluh juga memanjatkan doa bersama bagi para pasien agar diberikan kesembuhan dan kekuatan. Salah satu pasien asal Wanaraja, Wanayasa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan hati serta menumbuhkan optimisme pasien. Di bulan Syawal ini, para pasien diajak untuk tetap kuat, bersabar, dan terus berharap kepada Allah agar segera diberikan kesehatan.
(dr/azd)







